Palembang, SuaraMetropolitan— Dalam semarak Hari Lahir Pancasila yang diperingati secara nasional pada tanggal 1 Juni 2025, PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Keramasan hadir bukan hanya sebagai pelaku ketenagalistrikan, tetapi sebagai penjaga api ideologi bangsa. Dengan mengusung tema nasional “Memperkokoh Ideologi Pancasila Menuju Indonesia Raya”, peringatan ini menjadi momen reflektif sekaligus afirmatif bagi PLN IP UBP Keramasan dalam meneguhkan komitmennya terhadap pengabdian kepada negeri.
BACA JUGA : Tegas! Kantor Imigrasi Palembang Deportasi 1 Warga Sudan Pelanggar Aturan
Terletak di jantung Sumatera Bagian Selatan, PLN IP UBP Keramasan memiliki peran strategis dalam menjaga denyut energi kehidupan masyarakat. Hari Lahir Pancasila tidak sekadar menjadi upacara seremonial tahunan, melainkan ajakan untuk menggali kembali makna terdalam dari nilai-nilai luhur Pancasila, dan mengaplikasikannya dalam kerja nyata di sektor vital yaitu ketenagalistrikan.
Manager PLN IP UBP Keramasan, Syafi’i, menyampaikan bahwa ideologi Pancasila adalah kompas moral dan arah juang bagi seluruh insan ketenagalistrikan yang bertugas di wilayah kerja PLN IP UBP Keramasan.
“Pancasila bukan hanya simbol kenegaraan, tetapi suluh dalam gelap, cahaya dalam badai, dan arah dalam ketidakpastian. Di PLN IP UBP Keramasan, kami memaknainya sebagai panggilan untuk melayani. Melayani dengan tulus, mengabdi dengan terang, demi Indonesia Raya yang tidak hanya merdeka secara politik, tetapi juga mandiri secara energi,” ujar Syafi’i.
BACA JUGA : Komisi I DPR Tegaskan Peran Strategis Kodam II/Sriwijaya di Wilayah Selat Malaka
Ia menambahkan bahwa pengabdian di sektor kelistrikan bukan sekadar menghadirkan pasokan energi, tetapi juga tentang menghadirkan harapan, memacu pertumbuhan, serta menjaga keadilan sosial khususnya bagi masyarakat Sumatera Bagian Selatan yang menjadi bagian dari ekosistem kelistrikan strategis nasional.
Melalui berbagai inisiatif yang berbasis pada nilai-nilai Pancasila, PLN IP UBP Keramasan terus mendorong optimalisasi pelayanan dan inovasi. Dari efisiensi operasional pembangkit, program transisi energi berkelanjutan, hingga pelibatan masyarakat dalam program tanggung jawab sosial, semuanya dijalankan dengan semangat gotong royong dan berkeadilan. Hal ini menjadi bukti bahwa implementasi Pancasila dapat terwujud secara nyata dalam sektor kelistrikan.
“Gotong royong bukan hanya slogan, ia hidup dalam kolaborasi antarlembaga, kerja tim antardivisi, dan sinergi dengan masyarakat. Semua itu adalah pancaran sila ke-3: Persatuan Indonesia,” tambah Syafi’i.
BACA JUGA : Perkuat Pertahanan, Kodam Baru di Lampung Disuarakan
Dalam konteks pembangunan nasional, energi menjadi tulang punggung peradaban. PLN Indonesia Power, melalui UBP Keramasan, meyakini bahwa keberhasilan Indonesia menuju negara maju hanya dapat dicapai bila ditopang oleh ketersediaan energi yang merata, berkelanjutan, dan berbasis keadilan.
Dengan peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2025 ini, PLN IP UBP Keramasan ingin menyampaikan pesan bahwa menjaga ideologi bangsa tidak selalu harus dilakukan dari podium politik, namun bisa hadir dari ruang-ruang teknis pembangkitan, dari gardu listrik yang bekerja siang malam, dan dari tim engineer yang memastikan setiap rumah di pelosok tetap terang.
PLN IP UBP Keramasan menyuarakan satu pesan yang sama bahwa pengabdian kepada negeri tak mengenal batas waktu, dan cahaya Pancasila akan terus menyala selama masih ada niat untuk melayani dengan hati. Di tangan insan PLN IP UBP Keramasan, energi bukan sekadar listrik melainkan sinar ideologi yang membimbing langkah menuju Indonesia Raya yang terang, mandiri, dan berdaulat.(*)











