BeritaPendidikan

Rakor Dewan Pendidikan Sumsel, Bahas Peran Orang Tua Serta Guru Optimalkan Intelektual Serta Perilaku Moral Siswa

×

Rakor Dewan Pendidikan Sumsel, Bahas Peran Orang Tua Serta Guru Optimalkan Intelektual Serta Perilaku Moral Siswa

Sebarkan artikel ini

Palembang,SuaraMetropolitan

Dewan Pendidikan (DP) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar rapat koordinasi membahas pentingnya peran orang tua dan guru untuk mengoptimalkan intelektual serta perilaku moral siswa agar terhindar dari berbagai konplik. Selasa (18/10/2023).

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel melalui Sekertaris Awaludin menyampaikan bahwa keberadaan dewan pendidikan itu terhadap dinamika yang terjadi di dunia pendidikan untuk memberikan masukan menyusun perencanaan strategi dalam mengembangkan pendidikan di Sumatera Selatan.

“Secara tematik saat ini yang menjadi PR besar kita diantaranya adalah 3 dosa besar seperti dirilis oleh Kemendikbutristek Republik Indonesia seperti intoleransi, Perundungan (Bullying) dan Kekerasan seksual,”ungkapnya.

Baca juga : Kadiv Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Sumsel Filianto Akbar Tinjau Sapras di Kantor Imigrasi Palembang

Kendati Demikian, Kata Awaludin Berbagai upaya untuk menghadapi hal ini harus bersama-sama dan tidak bisa hanya diselesaikan oleh Dinas Pendidikan saja.

“Untuk menemukan strategi dan mencari pemecahan terhadap masalah-masalah ini kita lakukan dalam pendidikan harus berkoordinasi melakukan koordinasi dan sinkronisasi yang akan dilengkapi oleh Dewan Pendidikan,”ujarnya.

Menurutnya, Selama ini Dewan Pendidikan behind the scene dia lebih banyak di belakang layar, Padahal selama ini sudah banyak program yang dijalankannya hanya memang mungkin tidak terpublish secara maksimal sehingga keberadaannya itu seperti tidak terasa.

Baca juga : Dapat Bantuan 155 Titik PJU-TS, Ratu Dewa Sebut Kota Palembang Masih Butuh 30 Ribu Titik

“Ke depannya kami terus mendorong keberadaan Dewan Pendidikan ini salah satu diantaranya dengan memberikan fasilitasi seperti memberikan tempat ruang kantor di Dinas Pendidikan agar punya tempat untuk berkomunikasi,”ungkapnya.

Selain itu, Dinas Pendidikan akan mensuport dari sisi Anggaran melalui Anggaran belanja langsung agar ide, Gagasan mereka bisa berjalan dengan maksimal.

“Dari sisi pendanaan kita support juga anggaran dinas pendidikan Sumatera Selatan, nah kita berharap ke depan akan semakin banyak ide dan gagasan dari Dewan Pendidikan yang membantu kita untuk menyelesaikan berbagai persoalan,”ucapnya.

Baca juga : Blusukan ke Pasar Tradisional, Pj Gubernur Sumsel Agus Fatoni Dapati Harga Beras yang Masih Tinggi

Sementara Ketua Dewan Pendidikan Sumatera Selatan (Sumsel) Supadmi Kohar menyampaikan bahwa Dewan pendidikan sebagai pemantau ketika Orang tua ataupun sekolah sedang tidak mengawasinya.

Karena, Peran Orang maupun Guru tidak bisa mengontrol perilaku siswa selama 24 jam, maka dari itu keberadaan Dewan Pendidikan akan hadir sebagai pelengkap antara Orang tua dan Sekolah.

“Jadi pada intinya keberadaan Dewan Pendidikan mendukung Program Dinas Pendidikan agar terhindar dari tiga perilaku Dosa Besar tadi,”katanya.

Baca juga : Usai Rapat Terbatas di Griya Agung, Menhub Budi Karya Ungkap Groundbreaking Pelabuhan Tanjung Carat di Mulai Tahun 2024

Selama ini,Kata Supadmi, Orang tua maupun guru memiliki Anggapan yang sama seperti Ketika tidak di rumah artinya sekolah yang bertanggung jawab, sama halnya seperti Guru ketika tidak di sekolah maka sepenuhnya menjadi tanggungjawab orang. Padahal Anak-anak ini justru berada diantara sekolah dan rumah inilah Peran Dewan Pendidikan akan mengawasi tingkah laku anak ketika bermasyarakat.

“Di sini keberadaan masyarakat perlu berpartisipasi ada sebagian orang tua ini beranggapan pada saat anaknya sudah di sekolah itu seakan-akan itu urusan sekolah atau sebaliknya di rumah saja. Padahal di antara rumah dan sekolah itulah yang sering terjadi Konplik,kita akan membangun siswa-siswa kita atau anak dari sikap yang tidak baik,”ungkapnya.

Untuk itu, Pihaknya membangun program secara terstruktur sehingga permasalahan sekecil apapun akan diketahui dan akan menjangkau hingga ke pelosok.

“Langkah yang sudah kita lakukan untuk bisa menciptakan itu semua yang pertama struktur organisasi supaya ini kita hidupkan kembali sehingga sesuatu yang terjadi di daerah-daerah itu bisa kita pantau atau bisa kita sharing dalam keberhasilan,”ujarnya.

Ia juga menyangkan, Dewan Pendidikan Kota Palembang yang sedang mati Suri saat ini sehingga begitu banyak permasalahan hukum khususnya anak yang usia pelajar sampai saat ini semakin meningkat.

“Seperti di kota Palembang Dewan Pendidikannya ada tapi saat ini tidak berjalan, sehingga di Palembang ini banyak sekali terjadi Konplik seperti tauran sedangkan Anak sedang tidak sekolah dan sedang tidak di rumah, kalau Dewan Pendidikannya berjalan mungkin Konplik seperti ini bisa di kurangi,”pungkasnya. (Y)

Tinggalkan Balasan

error: Maaf ya, kalau beritanya bagus di share saja.