Palembang,SuaraMetropolitan – Meski tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Pemerintah Kota Palembang tercatat cukup menggembirakan, Walikota Palembang H. Ratu Dewa bersama Wakil Walikota Prima Salam menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak boleh membuat jajaran pemerintah terlena.
Memasuki tahun 2026, seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat, hingga Lurah diminta melakukan perubahan mendasar dalam pola kerja, dari sekadar rutinitas administratif menjadi kerja yang terukur serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Penegasan itu disampaikan Ratu Dewa dalam kegiatan Evaluasi Akhir Tahun 2025 dan Survei Hasil Kepuasan Masyarakat terhadap Kinerja RDPS yang berlangsung di Rumah Dinas Walikota Palembang, Rabu (31/12/2025).
Baca juga: Sumsel Kunci Jalan Umum bagi Angkutan Batubara per 1 Januari 2026
Dalam arahannya, Ratu Dewa menekankan bahwa evaluasi kinerja ke depan harus dilakukan secara serius dengan melibatkan langsung seluruh pimpinan unit kerja, sekaligus membuka ruang transparansi kepada publik.
“Evaluasi ke depan tidak boleh lagi bersifat formalitas atau normatif. Setiap pimpinan unit kerja harus terlibat. Saya tidak ingin evaluasi hanya di atas kertas. Seluruh Kepala OPD, Camat, hingga Kabag harus turun tangan,” tegasnya.
Ratu Dewa juga mengungkapkan persoalan lama yang masih terjadi, yakni sejumlah program unggulan pemerintah kota ternyata belum sepenuhnya diketahui oleh masyarakat karena lemahnya sosialisasi.
Baca juga: K-MAKI Desak KPK Audit Forensik Proyek Irigasi Lematang Rp800 Miliar di Pagar Alam
“Karena itu saya minta agar semua pihak terus mensosialisasikan program-program unggulan ini. Sehingga bisa dimanfaatkan oleh warga,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ratu Dewa menyampaikan bahwa sektor pendidikan masih menjadi salah satu fokus utama Pemkot Palembang di tahun 2026. Berdasarkan data yang ada, sekitar 35 persen bangunan Sekolah Dasar (SD) dan 30 persen bangunan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Palembang masih membutuhkan perbaikan sarana dan prasarana.
“Karena itu kita target tuntaskan rehabilitasi bangunan sekolah di tahun 2026–2027 menggunakan dana APBD maupun pusat. Kita juga akan terus melanjutkan program Makan Gratis bagi siswa sebagai bagian dari peningkatan kualitas SDM,” paparnya.






