BeritaKesehatan

Tujuh Tips Menjaga Kesehatan Saat Masa Pancaroba

25
×

Tujuh Tips Menjaga Kesehatan Saat Masa Pancaroba

Sebarkan artikel ini

Surabaya – suarametropolitan

Indonesia merupakan negara tropis yang mengalami 2 musim setiap tahunnya, yaitu musim kemarau dan hujan. Peralihan dari musim kemarau ke hujan dan sebaliknya sering disebut masa pancaroba.
Masa pancaroba seringkali memiliki cuaca yang tidak stabil. Melansir laman BMKG, pancaroba biasanya terjadi di periode Maret-April (musim hujan ke musim kemarau) dan bulan Oktober-Desember (musim kemarau ke hujan).

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Memasuki masa pancaroba dicirikan dengan adanya embusan angin kencang, dan hujan deras yang diikuti panas matahari yang menyengat. Fenomena ini terjadi setiap tahun dan merupakan hal yang umum. Namun berdampak bagi manusia.

Perubahan suhu yang signifikan dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada tubuh. Bahkan menyebabkan penyakit.

Di Indonesia, penyakit seperti demam berdarah, influenza, diare, dan ISPA dikenal sebagai penyakit yang muncul secara berkala selama periode masa pancaroba. Lalu bagaimana cara menjaga kesehatan tubuh di saat pancaroba? Berikut sederet tipsnya.

Tips Menjaga Kesehatan Saat Masa Pancaroba:

1. Menerapkan Gaya Hidup Sehat

Gaya hidup sehat adalah kunci untuk menjalani kehidupan yang lebih bahagia dan bermakna. Ini bukan sekadar tentang diet dan olahraga, tetapi juga mengenai keputusan-keputusan sehari-hari yang kita ambil.

Gaya hidup sehat melibatkan makan makanan bergizi, berolahraga secara teratur, tidur cukup, mengelola stres, dan menghindari kebiasaan buruk seperti merokok dan mengonsumsi alkohol berlebihan. Dengan menerapkan gaya hidup sehat, kita dapat merasakan manfaatnya dalam jangka panjang.

Tubuh kita menjadi lebih kuat dan tahan terhadap berbagai penyakit. Energi juga meningkat, dan pikiran menjadi lebih jernih.

2. Mempertahankan Hidrasi Tubuh

Cara pertama yang dapat dilakukan adalah minum air secara teratur. Disarankan untuk minum setidaknya 8 gelas air per hari, tetapi kebutuhan dapat berbeda untuk setiap orang.

Pastikan untuk minum air saat bangun tidur, sepanjang hari, dan sebelum tidur. Selain air, konsumsi makanan yang mengandung air, seperti buah-buahan segar dan sayuran juga membantu dalam mempertahankan hidrasi.

Semangka, mentimun, dan selada adalah contoh makanan dengan kandungan air tinggi. Selain itu, perhatikan aktivitas fisik Anda.

Saat Anda berolahraga, Anda kehilangan cairan melalui keringat. Jadi pastikan untuk minum lebih banyak air selama dan setelah aktivitas fisik.

Juga, perhatikan cuaca dan lingkungan di sekitar Anda. Saat cuaca panas atau berada di tempat yang kering, tubuh cenderung kehilangan cairan lebih cepat. Pastikan Anda selalu membawa air minum saat bepergian dalam kondisi seperti ini.

3. Vaksinasi

Meningkatnya risiko penyebaran penyakit seperti flu, pilek, dan penyakit pernapasan lainnya, vaksinasi adalah langkah penting untuk melindungi diri dan komunitas selama periode ini.

Dengan menerima vaksin, kita dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh kita, dan mengurangi kemungkinan terjangkit penyakit yang dapat mengancam kesehatan kita. Selain melindungi diri sendiri, vaksinasi juga membantu melindungi individu yang rentan, seperti anak-anak dan orang tua, yang dapat mengalami dampak serius dari penyakit tersebut.

4. Menjaga Kebersihan Tangan

Melansir laman Unit Pelayanan Kesehatan Kemenkes, kebersihan tangan adalah aspek vital dalam menjaga kesehatan kita sehari-hari. Dengan mencuci tangan secara teratur, kita dapat mencegah penyebaran kuman dan infeksi.

Praktik kebersihan tangan juga membantu melindungi diri sendiri dan orang lain dari penyakit-penyakit menular. Oleh karena itu, menjaga kebersihan tangan merupakan tindakan sederhana namun sangat penting dalam menjaga kesehatan kita. Kita bisa menerapkan kebiasaan untuk membersihkan tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer dalam beraktivitas terutama sebelum makan.

5. Melindungi Tubuh dari Cuaca Ekstrem

Perlindungan tubuh terhadap cuaca ekstrem adalah hal yang sangat penting. Cuaca ekstrem, seperti panas yang berlebihan atau dingin yang ekstrem dapat berdampak serius pada kesehatan kita.

Ketika cuaca panas, perlindungan seperti topi, kacamata hitam, dan penutup tubuh dapat membantu mencegah terik matahari yang berlebihan dan dehidrasi. Di sisi lain, ketika cuaca sangat dingin, lapisan pakaian yang tebal dan aksesori seperti sarung tangan dan syal akan membantu menjaga suhu tubuh agar tetap hangat.

6. Menjaga Kebersihan Rumah

Kebersihan rumah saat musim pancaroba dapat membantu mencegah timbulnya masalah kesehatan. Kelembaban dan curah hujan yang tinggi dapat menciptakan lingkungan yang cocok untuk pertumbuhan jamur, bakteri, dan serangga.

Dengan menjaga rumah tetap bersih, kita dapat menghindari penumpukan kelembaban dan meminimalkan risiko penyakit yang disebabkan oleh infeksi mikroorganisme. Menjaga kebersihan rumah juga dapat menjaga kualitas udara di dalam ruangan.

Selama pancaroba, debu dan alergen sering kali lebih banyak terbawa oleh angin. Membersihkan rumah secara teratur dengan menyapu, mengepel, dan membersihkan debu dapat membantu mengurangi risiko gangguan pernapasan dan alergi.

7. Perhatikan Kesehatan Mental

Ketika cuaca dan suasana hati berubah-ubah, menjaga kesehatan mental menjadi lebih penting dari sebelumnya. Ada beberapa langkah yang dapat kita ambil untuk merawat diri dan menjaga kesehatan mental kita dengan baik.

Praktikkan self-care, luangkan waktu untuk diri sendiri dengan melakukan hobi yang dinikmati, meditasi, atau yoga. Ini akan membantu meredakan stres dan meningkatkan kesejahteraan mental diri.

Selanjutnya, jangan ragu untuk berbicara dengan seseorang. Berbagi perasaan dan pikiran dengan teman, keluarga, atau seorang profesional kesehatan mental bisa membantu merasa didengar dan mendukung.

Selalu ingat untuk menjaga ekspektasi realistis. Musim pancaroba bisa membawa tantangan, dan penting untuk tidak terlalu keras pada diri sendiri. Terimalah perubahan dengan fleksibilitas dan kesabaran.

Itulah sederet tips menjaga kesehatan di masa pancaroba. Semoga bermanfaat.

(Artikel ini ditulis oleh Tari Pagusa, peserta Magang Bersertifikat Kampus Merdeka di detikcom.)

Ikuti Kami di Google News klik https://news.google.com/publications/CAAqBwgKMPvkpwwwje21BA?hl=en-ID&gl=ID&ceid=ID%3Aen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *