Palembang, SuaraMetropolitan, – Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang kembali menggelar Kajian Reboan pada Rabu (01/04/2026) sebagai upaya mendorong integrasi pendidikan anti-korupsi di lingkungan kampus. Kegiatan rutin mingguan ini menyoroti pentingnya membangun integritas mahasiswa dari hal-hal mendasar yang kerap dianggap sepele.
Hadir sebagai narasumber, Drs. Wijaya, M.Si., Ph.D. dan Dr. Yazwardi, M.Ag., yang mengangkat tema “Integrasi Pendidikan Anti-Korupsi di Berbagai Disiplin Ilmu dan Integritas Mahasiswa: Membangun Budaya Anti-Korupsi dari Kampus untuk Indonesia”. Kegiatan ini dihadiri civitas akademika UIN Raden Fatah Palembang.
Dalam pemaparannya, Wijaya menegaskan bahwa korupsi tidak hanya berbentuk penyalahgunaan uang negara, tetapi juga berakar dari perilaku kecil yang mencerminkan lemahnya integritas.
“Fenomena seperti titip absen hingga ketergantungan pada AI tanpa pemahaman merupakan bentuk degradasi integritas akademik. Ini menjadi pintu masuk bagi praktik korupsi yang lebih besar,” ujarnya.
Ia menambahkan, pendekatan pemberantasan korupsi tidak cukup hanya melalui aspek kognitif, melainkan harus menyentuh dimensi spiritual.
“Menurut saya nilai kejujuran dan kesadaran bahwa setiap tindakan diawasi Tuhan menjadi fondasi utama dalam membangun integritas.”ucapnya
Sementara itu, Yazwardi menekankan bahwa pendidikan anti-korupsi seharusnya tidak berdiri sebagai mata kuliah tersendiri, melainkan terintegrasi dalam seluruh proses pembelajaran sebagai hidden curriculum.
“Mahasiswa harus menyadari bahwa segala bentuk kecurangan akademik, termasuk plagiarisme, adalah bagian dari korupsi. Pemanfaatan teknologi seperti AI seharusnya menjadi alat bantu, bukan jalan pintas,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kemudahan akses informasi harus diimbangi dengan tanggung jawab moral, agar tidak melahirkan generasi yang cerdas secara teknis tetapi lemah dalam integritas.
Direktur Pascasarjana UIN Raden Fatah, Prof. Dr. Dra. Hamidah, M.Ag., turut menambahkan bahwa pencegahan korupsi tidak hanya menjadi tanggung jawab institusi pendidikan, tetapi juga harus dimulai dari lingkungan keluarga.
Menurutnya, pembiasaan nilai kejujuran sejak dini menjadi kunci dalam membentuk karakter yang kuat, baik di lingkungan akademik maupun kehidupan sosial.
“Melalui Kajian Reboan ini, UIN Raden Fatah Palembang menegaskan komitmennya untuk tidak hanya mencetak lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas sebagai benteng utama dalam melawan praktik korupsi di masa depan.”pungkasnya









