Lahat,SuaraMetropolitan – Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih, S.H., M.H., secara resmi membuka kegiatan Operasi Pasar Murah yang dilaksanakan di Lapangan RD PJKA, Kelurahan Gunung Gajah, Kecamatan Lahat, Selasa (03/03/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Lahat yang diwakili, perwakilan Ketua TP-PKK Kabupaten Lahat, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP), Asisten II, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Camat Lahat, Kepala Bulog, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), serta Lurah Gunung Gajah.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Lahat menegaskan bahwa Operasi Pasar Murah merupakan wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam membantu masyarakat.
Baca juga: Rotasi Besar di OKI, 115 Pejabat Resmi Dilantik Bupati Muchendi
“Operasi Pasar Murah ini merupakan salah satu langkah konkret Pemerintah Kabupaten Lahat dalam rangka membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga dilaksanakan menjelang hari besar keagamaan sebagai upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok di pasaran.
“Kegiatan ini sekaligus menjadi upaya kita dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok di pasaran,” tambahnya.
Baca juga: Balap Lari Jadi Tren Anak Muda, KORMI Kota Palembang Tawarkan Solusi Kompetisi Terarah
Lebih lanjut, ia memastikan pemerintah daerah akan terus berupaya menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga kebutuhan pokok bagi masyarakat.
“Kami berkomitmen untuk terus memastikan ketersediaan serta keterjangkauan harga kebutuhan pokok guna mendukung daya beli masyarakat dan menjaga stabilitas perekonomian daerah,” tegasnya.
Dalam Operasi Pasar Murah tersebut, tersedia berbagai komoditas seperti beras, minyak goreng, gula pasir, serta bahan pangan lainnya dengan harga subsidi. Pelaksanaan kegiatan ini mendapat respons positif dari masyarakat yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Pemerintah Kabupaten Lahat berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya perlindungan sosial dan pengendalian inflasi daerah. (*)






