Palembang,SuaraMetropolitan – Komunitas Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (K MAKI) melakukan aksi di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi provinsi Sumsel terkait ribuan pekerja buruh di Pabrik lll B PT Pusri tidak pernah di koordinasikan dengan pemerintah kota Palembang.
“Pembangunan pabrik pupuk PT Pusri menyerap tenaga kerja lokal, di ring 3 ada 4000 tenaga kerja kasar ini kami menduga tidak pernah diberitahukan kepada masyarakat dan sepertinya Disnaker Provinsi tidak berkoordinasi dengan Disnaker kota Palembang,”kata Deputi K MAKI Feri Kurniawan saat menggelar aksi, Senin (26/05/2025).
Menurutnya, Ribuan Tenaga Kerja non Skill mampu menggeliatkan perekenomian bagi masyarakat Sumsel khususnya kota Palembang, tapi justru ditutupi dari masyarakat Sumsel.
“Padahal 4000 tenaga kerja ini akan membangkitkan ekonomi masyarakat tapi nyata setelah kami tanyakan ke Disnaker kota ternyata mereka tidak tahu,”jelasnya.

Dia menuturkan bahwa, Mencuatnya banyak tenaga Buruh non Skill bekerja di PT Pusri dikarenakan reses Anggota DPRD Kota Palembang, akan tetapi Anggota DPRD Kota Palembang sendiri masih bungkam hingga saat ini.
“Sayangnya Anggota DPRD Kota Palembang datang ke Lokasi tapi tidak bicara, karena 4 ribu tenaga kerja ini merupakan objek bisnis yang menggiurkan,”Imbuhnya.
Karena, kata Feri, dia menduga pekerja non skill dapat dimanfaatkan oleh oknum sehingga dari 4 ribu jika di ambil sebagainya saja dijadikan outsourcing maka menjadi keuntungan yang cukup fantastis.
“Andai dari 4 ribu kita ambil 2 ribu saja maka sekitar 200 juta yang akan diterima oleh oknum tertentu setiap bulannya,”ujar Feri.
Baca juga: Kakanim Palembang : Data Terakhir ada 65 Tenaga Kerja Asing yang Bekerja di Kawasan PT Pusri
Selain itu, di Ring 2 tenaga kerja ahli juga tidak melibatkan orang Sumsel sendiri, padahal Universitas bergengsi seperti UNSRI setiap tahun meluluskan ribuan orang dengan berbagai gelar.
“Sementara untuk ring 2 adalah tenaga tehnis tenaga yang berbasis keahlian jadi kami menduga tidak di beritahukan kepada masyarakat Sumsel padahal banyak universitas di Sumsel ada Unsri ada Unpal yang memiliki berbagai gelar tapi tidak di beritahukan,”ujarnya.
Dan mirisnya lagi, Feri menduga adanya selundupan Tenaga Kerja Asing (TKA) dari cina yang tidak pernah melapor ke Disnaker kota Palembang padahal bekerja di wilayah kota Palembang.
“Sementara untuk Ring 1 tenaga kerja asing ini yang menjadi masalah tidak ada pemberitahuan ke Disnaker kota Palembang padahal berada di wilayah kota Palembang ,”ucapnya.
Baca juga: K MAKI Soroti TKA PT Pusri Tidak Lapor, Feri Kurniawan: Potensi Rugikan Pemkot Palembang
Seandainya, kata Feri mereka ini merupakan TNC untuk mengotak-atik obvitnas di Sumsel maka kota Palembang akan kecolongan dan itu mengancam wilayah kota Palembang.
“Apakah mereka tau siapa mereka, apakah mungkin mereka Tentara Nasional Cina..?? yang memimpin dan mementalkan kondisi objek vital di Sumsel mungkin suatu saat ada Bom dan rudal, karena Pusri merupakan objek vital yang berbahaya kalau meledak separuh kota Palembang akan hancur. Disinilah kita heran hal seperti ini di sembunyikan padahal kita tahu objek vital ini sangat rawan harusnya Pusri ini tidak berada di kota Palembang karena Pusri merupakan objek vital yang sangat berbahaya.”ucap Feri.
Ia berharap agar Pemerintah Provinsi maupun kota Palembang segera membuka lowongan pekerjaan untuk rakyat Sumsel dan kota Palembang.
“Kami minta Disnaker kota Palembang dan Disnaker Provinsi Sumsel membuka job fair bursa kerja untuk warga Palembang dan Sumsel.”tandasnya.
Sementara Disnakertrans provinsi Sumsel melalui Plt sekretaris M Bangun Wicaksono tidak bersedia memberikan keterangan apapun. “Nanti saja,”katanya saat Ingin diwawancarai usai menerima laporan dari K MAKI.






