Berita Daerah

Dari Tukang Ukur ke Dirut, Teddy Andrian Janji Bawa Tirta Musi Layani 100 Persen Masyarakat Palembang

×

Dari Tukang Ukur ke Dirut, Teddy Andrian Janji Bawa Tirta Musi Layani 100 Persen Masyarakat Palembang

Sebarkan artikel ini
Direktur Utama Perumda Tirta Musi Palembang, Ir. Teddy Andrian, ST, IPM, ASEAN Eng.

Palembang,SuaraMetropolitan Perjalanan karier Direktur Utama Perumda Tirta Musi Palembang, Ir. Teddy Andrian, ST, IPM, ASEAN Eng, terbilang inspiratif. Berawal dari tukang ukur di lapangan, kini ia dipercaya memimpin perusahaan daerah untuk mewujudkan layanan air bersih bagi seluruh masyarakat Kota Palembang.

Teddy menuturkan, dirinya merupakan putra asli Palembang yang lahir pada 1978 dan menempuh pendidikan dari tingkat dasar hingga menengah di kota tersebut, sebelum melanjutkan ke Politeknik Negeri Sriwijaya dan Universitas Sriwijaya.

“Saya lahir di Palembang tahun 1978, menempuh pendidikan SD, SMP, dan SMA di Palembang, tamat SMA tahun 1996 di SMA 13, lalu kuliah di Politeknik UNSRI yang sekarang menjadi Politeknik Negeri Sriwijaya dan tamat tahun 1999. Setelah itu melanjutkan extension di Universitas Sriwijaya sekitar 2001–2002,” ujarnya di sela-sela kegiatan perkenalan dan silaturahmi dengan insan pers, Jum’at (10/4/2026) pagi.

Sejak masih kuliah pada 1999, Teddy sudah mulai bekerja di bidang konstruksi dan merintis karier dari bawah. Ia mengaku pernah menjadi tukang ukur, surveyor, hingga pengawas lapangan sebelum berkembang menjadi tenaga ahli dan konsultan.

“Saya bekerja merintis dari bawah, mulai dari tukang ukur, survey, pengawas lapangan, dan lebih banyak bekerja di luar Palembang, khususnya di Kabupaten Musi Banyuasin,” katanya.

Baca juga: Panitia Umumkan Hasil UKK Calon Direktur Umum dan Keuangan Tirta Musi Palembang

Baca juga: Direktur Umum Perumda Tirta Musi Gagal UKK, Publik Bertanya: Ini Seleksi atau Skenario?

Kariernya di dunia teknik sipil terus berlanjut hingga 2019. Namun saat pandemi Covid-19 pada 2020, sektor konstruksi mengalami keterpurukan sehingga ia beralih menjadi tenaga ahli di bidang perencanaan, pengawasan, dan monitoring, termasuk di sektor air bersih.

“Pada saat Covid-19, dunia konstruksi terpuruk, banyak proyek macet. Saya beralih menjadi tenaga ahli, memberikan masukan, termasuk di bidang air seperti perhitungan pipa dan sambungan rumah,” jelasnya.

Memasuki 2025, seiring bangkitnya sektor konstruksi, Teddy kembali aktif sebagai konsultan, termasuk di Jakarta. Di tahun yang sama, ia mengikuti seleksi direksi Perumda Tirta Musi dan akhirnya dipercaya oleh Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, untuk mengemban amanah sebagai Direktur Utama.

“Alhamdulillah, dengan kualifikasi yang saya miliki, saya mendapatkan amanah dari Bapak Wali Kota Palembang untuk memimpin Perumda Tirta Musi. Ini amanah yang luar biasa,” ucapnya.

Saat ini, cakupan layanan air bersih di Palembang telah mencapai sekitar 85 persen dari total 1,8 juta penduduk, atau sekitar 1,5 juta jiwa dengan 320 ribu sambungan rumah.

Baca juga: Feri Kurniawan Menilai Hasil UKK Tirta Musi Pertunjukan Sarat Kepentingan Politik di BUMD Palembang

Baca juga: K-MAKI Sindir Pemkot Palembang, Seleksi Direksi Tirta Musi Tanpa LHKPN Dianggap Langkah Mundur

Meski demikian, Teddy menegaskan pihaknya menargetkan peningkatan layanan hingga mendekati 100 persen, meski membutuhkan biaya besar.

“Untuk mencapai 100 persen itu membutuhkan biaya yang sangat besar, ratusan miliar. Maka kita akan lakukan kajian dan percepatan dalam 1–2 tahun ke depan dengan menggandeng pihak eksternal, karena kalau hanya mengandalkan internal tidak mungkin tercapai,” tegasnya.

Dalam 100 hari kerja, ia fokus merumuskan skema kerja sama dengan pihak luar untuk mendukung percepatan tersebut.

“Dalam 100 hari ini, kita akan mengerucutkan perusahaan mana yang akan kita gandeng, apakah kerja sama atau MoU, nanti akan kita update,” ujarnya.

Selain ekspansi, peningkatan kualitas layanan juga menjadi prioritas, termasuk percepatan penanganan keluhan pelanggan.

Baca juga: Tidak Fair! Ketua DPRD Palembang Soroti Seleksi Direksi Tirta Musi Tanpa LHKPN

Baca juga: ASN Pemprov Sumsel Dianggap Wakil Pusat? K-MAKI: Tafsir Ajaib demi Kursi Pengawas Perumda Tirta Musi Palembang

Baca juga: Seleksi Direksi Perumda Pasar Palembang Jaya Disorot, Peserta Diduga Pengurus Parpol Lulus Administrasi

“Target layanan kita maksimal satu minggu sudah harus selesai. Kita juga sedang menyiapkan aplikasi layanan pelanggan seperti PLN, sehingga laporan cepat ditindaklanjuti,” katanya.

Untuk tahun 2026, Perumda Tirta Musi menargetkan penambahan cakupan layanan sekitar 10 persen serta 15 ribu sambungan baru.

“Untuk pelanggan baru, kita siapkan 15 ribu sambungan. Saat ini sudah terealisasi sekitar 2 ribu dan akan saya cek langsung ke lapangan apakah airnya sudah mengalir,” ungkapnya.

Ke depan, ekspansi layanan akan melibatkan pihak swasta, mengingat tidak adanya penyertaan modal dari Pemerintah Kota Palembang.

“Kita sudah melakukan penjajakan dengan perusahaan swasta, karena tidak ada penyertaan modal dari Pemkot, sehingga tidak bergantung pada APBD,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

error: Maaf ya, kalau beritanya bagus di share saja.