Berita Daerah

“Dir Intel Copot, Asrul Tangkap!” Yel-yel Aktivis Menggema di Depan Polda Sumsel

×

“Dir Intel Copot, Asrul Tangkap!” Yel-yel Aktivis Menggema di Depan Polda Sumsel

Sebarkan artikel ini
Ir. Feri Kurniawan, saat melakukan orasi nya di depan Mapolda Sumsel, Jum'at, (16/10/2026).

Palembang,SuaraMetropolitan – Desakan agar aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus pengeroyokan mahasiswa dan dua wartawan mulai mengarah pada tuntutan yang lebih keras. Sejumlah aktivis Sumatera Selatan menggelar aksi di depan Markas Polda Sumsel, Jumat (16/10/2026), menuntut evaluasi terhadap Dir Intel Polda Sumsel hingga penangkapan Ketua Asosiasi Driver Online (ADO) Sumsel, Asrul.

Bagi para aktivis, insiden pengeroyokan yang terjadi pada 13 Oktober lalu bukan perkara yang cukup diselesaikan dengan pernyataan atau sekadar meredam situasi. Mereka mendesak agar aparat mengungkap siapa saja yang diduga berada di balik peristiwa tersebut, termasuk pihak yang diduga memiliki peran dalam menggerakkan massa.

Dalam aksi tersebut, massa secara lantang menyuarakan tuntutan kepada Kapolda Sumsel agar mengevaluasi dan mencopot Dir Intel Polda Sumsel yang mereka nilai tidak mampu mengantisipasi kejadian tersebut.

Tak hanya itu, mereka juga mendesak agar Asrul ditangkap dan diperiksa karena diduga menjadi aktor intelektual di balik insiden pengeroyokan. Namun, dugaan tersebut tetap harus dibuktikan melalui proses penyelidikan dan penegakan hukum.

Baca juga: Tiga Bulan Dikepung Asap, Karhutla Didesak Jadi Bencana Nasional

Tuntutan itu kemudian menggema menjadi yel-yel yang diteriakkan bersama oleh para peserta aksi.

“Dir Intel Copot, Asrul Tangkap!”

Kalimat tersebut bukan sekadar teriakan penyemangat massa. Yel-yel itu menjadi simbol ketidakpuasan para aktivis terhadap penanganan insiden yang melibatkan mahasiswa dan dua wartawan tersebut.

Para aktivis menginginkan penegakan hukum yang tidak berhenti pada pelaku di lapangan. Mereka menuntut agar aparat menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang diduga mengatur, menggerakkan, ataupun mendanai aksi yang berujung pada pengeroyokan.

Salah satu aktivis Sumsel, Ir. Feri Kurniawan, secara tegas meminta Kapolda Sumsel mengungkap dugaan aktor intelektual dan menelusuri pihak-pihak yang disebut berkaitan dengan pendanaan aksi tersebut.

Baca juga: Karhutla dan Asap Tak Bisa Dipisahkan, Klaim Sisa 6,9 Hektare Perlu Diuji

“Jadi kita disini meminta Kapolda mencari Aktor intelektualnya menangkap korporasi 16 perusahaan yang diduga mendanai oknum -oknum mengatasnamakan ormas untuk mengacaukan aksi Adik-adik kita dari Cipayung plus saya minta Kapolda Sumsel mengusut tuntas,” tegas Feri.

Pernyataan tersebut menempatkan tuntutan aktivis bukan hanya pada penanganan dugaan pengeroyokan, tetapi juga pada pengungkapan kemungkinan keterlibatan pihak-pihak lain yang disebut dalam aksi.

Kini, tantangannya ada pada keseriusan aparat dalam menjawab tuntutan tersebut. Sebab, ketika mahasiswa dan wartawan menjadi korban kekerasan, publik berhak mengetahui bagaimana peristiwa itu terjadi, siapa yang bertanggung jawab, dan apakah ada pihak lain yang terlibat.

Teriakan “Dir Intel Copot, Asrul Tangkap!” boleh saja menggema di depan Mako Polda Sumsel. Namun, yang paling ditunggu publik bukan sekadar respons terhadap tekanan massa, melainkan penyelidikan yang transparan, pengungkapan fakta, serta penindakan berdasarkan bukti dan hukum yang berlaku.

Sebab, jika pengusutan hanya berhenti pada pelaku di lapangan, sementara dugaan keterlibatan pihak lain tak pernah terjawab, pertanyaan publik justru akan semakin panjang.

Tinggalkan Balasan