Palembang,SuaraMetropolitan
Dr Wijaya, Direktur PT Wijaya Riset Institusi menegaskan agar kaum Milenial yang siap menyambut estafet kepemimpinan di masa akan datang dengan penuh kreatifitas bukan hanya modal Banner.
“Jadi ketika mereka jadi calon walikota/Gubernur ataupun legislatif mereka ada modal kreatif bukan hanya menjual banner,”kata Dr. Wijaya saat melaunching 2 juta Entrepreneur Milenial di Transmart, Rabu (20/12/2023).
Menurut Direktur The Wijaya Institut ini pihaknya mendapatkan sponsor untuk memfasilitasi kaum milenial berkreativitas agar mampu menciptakan lapangan kerja.
“Jadi kami ini mendapat lembaga donor dari luar negeri Jepang dan Jerman telah menerima proposal kita untuk melakukan pelatihan 2 juta entrepreneur melalui proses pelatihan assessment sampai pada pendampingan dibiayai oleh lembaga donor tersebut,”kata Dr Wijaya yang juga Ketua GN AURA Sumsel.

Prosesnya, kata Wijaya, 6 bulan sampai 1 tahun ada tingkatannya, pertama level Walker diberikan 15 keterampilan dasar, kedua level Manager.
“Antara level Walker dan level manager sampai kepada benih kecambah, leader itu 6 bulan ini proses pelatihan semua. setelah pelatihan asesmen, kemudian baru pendampingan,”ucapnya.
Ketika, Milenial ini berhasil kata Wijaya, maka akan dilakukan pendampingan mulai dari proses ijin sampai perusahaannya berjalan contoh perusahaan Industri maka beberapa hal yang akan dilakukan ditahap awal nah ini akan dilakukan pendampingan.
“Jadi kalau mereka bisa membuat sebuah usaha industri maka mereka akan dilakukan pendampingan dari perizinan sampai mereka bisa go,”jelasnya.
Selanjutnya, ungkap Wijaya, nanti apabila bisa membuka usaha dari hasil pelatihan maka akan masing-masing diarahkan untuk memiliki perusahaan. Karena dalam pelatihan ini, Mahasiswa atau milenial yang ikut akan di tanamkan bagaimana cara membuat usaha sendiri.
Baca juga : Ketua DPD REI Sumsel Ungkap Alasan Lambatnya Pengentasan Angka Backlog di Sumsel
“Dalam pelatihan itu adalah perubahan mindset bagaimana kaum milenial ini bahwa mereka bukan sebagai objek tetapi sebagai subjek daripada pembangunan ini. Kemudian, perubahan mindset dari mereka hanya menunggu lapangan kerja yang ada mereka menciptakan lapangan kerja untuk diri mereka sendiri,”imbuhnya.
Selain itu, ucap Wijaya, Milenial yang ikut pelatihan di ajarkan juga untuk menjadi pemimpin, jadi ketika mereka memiliki modal mereka bukan hanya jadi pengusaha tapi bagaimana mereka melanjutkan estafet kepemimpinan yang nantinya akan digantikan oleh kaum milenial.
“Disini disediakan pembelajaran untuk calon gubernur / calon walikota jangan hanya modal banner. Ayo modal kreativitas kalau dikatakan mereka mau menciptakan entrepreneur milenial,”pungkasnya.
Hadir dalam kesempatan tersebut Dekan Fakultas Dakwah UIN Raden Fatah Palembang, Wakil Rektor IBA, dan Wakil Rektor PGRI dan Mahasiswa dari UIN, PGRI, Muhammadiyah.













Sangat bermanfaat sekali