Palembang,SuaraMetropolitan – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sumsel untuk mendukung percepatan pembangunan Jalan Tol Palembang-Betung. Ia optimistis ruas tol tersebut dapat difungsionalkan pada periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).
Kepastian itu disampaikan Herman Deru saat menerima Direktur Operasional PT Hutama Karya (HK) Iwan Hermawan beserta jajaran di Griya Agung, Jumat (14/8/2026). Pertemuan tersebut membahas perkembangan sekaligus langkah percepatan penyelesaian proyek Jalan Tol Palembang-Betung.
Dalam kesempatan itu, Iwan Hermawan memaparkan bahwa pembangunan ruas Tol Palembang-Betung ditargetkan dapat difungsionalkan pada Desember 2026 sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat saat libur Natal dan Tahun Baru.
Menanggapi paparan tersebut, Herman Deru menegaskan bahwa Pemprov Sumsel siap membantu menyelesaikan berbagai kendala yang masih dihadapi di lapangan, termasuk persoalan yang berkaitan dengan pemerintah kabupaten maupun desa.
“Saya dan jajaran ini memang mau membantu untuk percepatan ini. Kalau ada hambatan di kabupaten maupun desa, kita komunikasikan. Bila perlu, kita ketemu kepala desa, kita temui semua agar ada akselerasi,” ujar Herman Deru.
Baca juga: Ratu Dewa: Pengurus BAZNAS Palembang Harus Jaga Kepercayaan Umat
Menurut Herman Deru, rencana pengoperasian fungsional Tol Palembang-Betung pada momentum Nataru menjadi kabar baik bagi masyarakat Sumsel dan para pengguna jalan. Kehadiran tol tersebut akan menjadi jalur alternatif yang dapat membantu mengurangi kepadatan lalu lintas sekaligus memperlancar mobilitas.
Ia juga menyebutkan bahwa dalam kondisi tertentu, seperti saat terjadi kemacetan atau situasi mendesak, ruas tol yang telah memenuhi persyaratan dapat difungsionalkan secara terbatas meskipun masih terdapat pekerjaan penyelesaian akhir.
Sementara itu, Iwan Hermawan menyampaikan bahwa PT Hutama Karya tetap optimistis target fungsional pada Desember 2026 dapat tercapai.
Untuk proyek lanjutan ruas Betung-Bayung Lencir menuju Jambi, sekitar 35 kilometer kawasan hutan telah memperoleh penetapan lokasi pembangunan. Tahapan berikutnya masih difokuskan pada penyelesaian persoalan tanam tumbuh masyarakat dengan prinsip bahwa masyarakat tidak boleh dirugikan.
Baca juga: 30 Paskibraka Banyuasin 2026 Resmi Dikukuhkan, Askolani: Jadilah Teladan Generasi Muda
Berdasarkan paparan PT Hutama Karya, Tol Palembang-Betung memiliki panjang 69,8 kilometer dengan kecepatan rencana 100 km/jam dan terdiri atas 2 x 2 lajur. Ruas ini juga dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, seperti simpang susun, jembatan, under pass, overpass, serta dua rest area.
Adapun progres pembangunan saat ini menunjukkan Seksi 1 telah mencapai 93,74 persen, Seksi 2 sebesar 96,70 persen, dan Seksi 3 mencapai 94,55 persen. Sementara pembangunan sejumlah struktur pendukung telah mencapai 38,20 persen.
Herman Deru berharap percepatan pembangunan Tol Palembang-Betung dapat terus berlanjut hingga tersambung dengan Jambi. Menurutnya, pembangunan ruas Betung-Bayung Lencir-Jambi serta jaringan tol lainnya akan semakin memperkuat konektivitas wilayah Sumsel.
Dengan pengembangan tersebut, Sumsel ditargetkan menjadi salah satu provinsi dengan jaringan jalan tol terpanjang di Pulau Sumatera yang membentang dari Lampung hingga Jambi, serta terus dilanjutkan menuju Prabumulih, Muara Enim, hingga Lubuklinggau.
“Ditargetkan pada 2028, jaringan jalan tol di Sumsel dapat semakin terkoneksi dan memberikan dampak besar terhadap mobilitas masyarakat, distribusi barang, serta pertumbuhan ekonomi daerah,” tutupnya.






