Berita DaerahEkonomi & Bisnis

Kabut Asap Mulai Tekan Pendapatan Pedagang Pasar 16 Palembang, Pembeli Berkurang hingga 30 Persen

×

Kabut Asap Mulai Tekan Pendapatan Pedagang Pasar 16 Palembang, Pembeli Berkurang hingga 30 Persen

Sebarkan artikel ini
Pasar 16 Ilir yang terlihat diselimuti kabut asap (Rabu,30/09 foto Ega pranadu)

Palembang,SuaraMetropolitan — Kabut asap mulai memukul pendapatan masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas perdagangan di Pasar 16 Ilir Palembang. Berkurangnya jumlah pembeli membuat pedagang dan pekerja pasar mengaku mengalami penurunan pemasukan harian.

Dampak tersebut tidak hanya dirasakan pedagang, tetapi juga pekerja yang bergantung pada ramainya aktivitas pasar. Seperti Oji (28), penjaga parkir di kawasan Pasar 16 Ilir, mengatakan pendapatannya turun sekitar 30 persen sejak kondisi kabut asap terjadi.

“Biasanya saya memperoleh sekitar Rp260 ribu per hari. Sekarang pendapatannya hanya berada di kisaran Rp200 ribuan.”ungkapnya saat di sambangi,Rabu (30/9/2026).

“Pendapatan sebelum kabut sehari itu Rp260 ribuan. Ini turun 30 persen, sekitar Rp200-an,” sambung Oji

Penurunan pendapatan juga dirasakan pedagang lainnya. Santi (34), salah seorang pedagang di Pasar 16 Ilir, mengatakan jumlah pembeli yang datang ke pasar mulai berkurang. Kondisi pasar, menurutnya, sudah terasa lebih sepi dalam beberapa bulan terakhir.

“Sekarang sudah kurang. Sudah berapa bulan ini sepi gara-gara kabut asap,” ujar Santi.

Sepinya pembeli terjadi bersamaan dengan memburuknya kualitas udara di Palembang. Berdasarkan update data BMKG di Stasiun Musi 2 Palembang, konsentrasi partikulat halus (PM2.5) berada pada kategori tidak sehat.

Kondisi tersebut membuat aktivitas masyarakat di luar ruangan ikut terdampak. Bagi pedagang dan pekerja pasar, berkurangnya mobilitas masyarakat berimbas langsung pada transaksi dan pemasukan harian.

Tekanan ekonomi yang dirasakan pedagang tidak berhenti pada turunnya jumlah pembeli. Sejumlah harga bahan pangan juga mengalami perubahan.

Dian (44), salah seorang pedagang, mengatakan harga cabai merah yang sebelumnya sekitar Rp50 ribu per kilogram kini mencapai Rp55 ribu per kilogram. Untuk cabai dengan kualitas lebih baik, harganya bahkan bisa mencapai Rp65 ribu per kilogram.

Ia juga menyebut beberapa jenis cabai lainnya mengalami kenaikan harga dan belum menunjukkan penurunan dalam beberapa waktu terakhir.

“Kondisi ini membuat kami pedagang menghadapi persoalan ganda jumlah pembeli berkurang sementara harga sejumlah komoditas mengalami kenaikan. Kami juga para pedagang harus menyesuaikan penjualan agar tetap bisa memperoleh penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.”Pungkasnya

Informasi diatas ditulis oleh Mahasiswa Magang UIN Raden Fatah Palembang

Tinggalkan Balasan