Palembang,SuaraMetropolitan – Kabut asap yang menyelimuti sejumlah kawasan di Palembang mulai mengganggu aktivitas warga. Kondisi tersebut juga memunculkan sejumlah keluhan kesehatan, seperti batuk, tenggorokan gatal, mata perih hingga napas terasa kurang nyaman, Rabu (30/9/2026).
Salah seorang warga Jalan Bungaran, Nadia Vernica Putri, mengaku merasakan keluhan tersebut ketika beraktivitas di luar rumah. Ia mengatakan matanya terasa perih dan berair, disertai tenggorokan gatal yang terkadang membuatnya batuk.
“Kalau asapnya sudah banyak, biasanya jadi gampang batuk, terus tenggorokan terasa gatal, mata juga perih dan kadang berair,” ujar Nadia.
Keluhan tersebut, lanjut Nadia, juga dirasakan saat dirinya berkendara. Asap yang bercampur dengan debu membuat matanya menjadi merah dan terasa tidak nyaman.
Sementara itu, Amelia Novitasari, anggota tim kesehatan fisioterapi, mengatakan paparan kabut asap dalam waktu lama dapat berdampak terhadap saluran pernapasan.
“Paparan kabut asap dalam waktu lama dapat menyebabkan gangguan pada saluran pernapasan, seperti batuk, sesak napas, iritasi, dan sakit tenggorokan,” ujar Amelia.
Menurut Amelia, kondisi kualitas udara yang memburuk perlu menjadi perhatian lebih, terutama bagi kelompok yang rentan terhadap paparan asap.
“Kelompok seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita asma perlu lebih berhati-hati ketika kualitas udara memburuk,” ujarnya.
Untuk mengurangi paparan asap, masyarakat dianjurkan mengurangi aktivitas di luar rumah. Jika harus beraktivitas di luar, warga juga disarankan menggunakan masker.
Sementara bagi warga yang mengalami sesak napas berat, nyeri dada, atau kesulitan bernapas, dianjurkan segera mendapatkan pertolongan medis.
Informasi diatas ditulis oleh Mahasiswa Magang UIN Raden Fatah Palembang.







