Palembang,SuaraMetropolitan – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru, mendorong Olahraga Domino (Orado) Sumsel untuk mampu mencetak atlet berprestasi. Hal itu disampaikannya saat melantik pengurus Orado Provinsi Sumsel di Jakabaring Sport City, Sabtu (18/4/2026).
Pelantikan tersebut dirangkaikan dengan Kejuaraan Daerah (Kejurda) Orado tingkat Provinsi Sumatera Selatan yang diikuti perwakilan dari seluruh kabupaten dan kota. Kegiatan ini menjadi Kejurda perdana yang digelar di Sumsel.
Ketua panitia, Ari Maulana, mengatakan Kejurda ini menjadi bukti bahwa olahraga domino semakin diterima masyarakat.
“Ini membuktikan bahwa domino sudah diterima masyarakat dan menjadi bagian dari olahraga di tanah air,” ujarnya.
Ia menjelaskan, peserta yang mengikuti Kejurda merupakan hasil seleksi di daerah masing-masing, sehingga ajang ini tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga wadah pembinaan atlet domino di Sumsel.
Dalam sambutannya, Herman Deru menegaskan bahwa domino kini telah mendapat pengakuan dari berbagai organisasi olahraga, seperti Komite Olahraga Nasional Indonesia dan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia.
Baca juga: Sempat Viral Diminta Pulang Kondisi Belum Sadar, Kondisi Pasien di RSMH Kini Membaik
Menurutnya, domino bukan sekadar permainan, melainkan olahraga berbasis hobi yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat.
“Ini adalah olahraga yang merangkum hobi masyarakat. Antusiasmenya sangat tinggi, terlihat dari banyaknya peserta yang ikut kejuaraan provinsi ini sebagai ajang seleksi menuju tingkat nasional,” kata Herman Deru.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada Reza dan jajaran pengurus perdana Orado Sumsel, serta berharap organisasi tersebut mampu membawa olahraga domino menjadi lebih terarah dan berprestasi.
Lebih lanjut, Herman Deru menilai domino memiliki potensi besar karena telah lama menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat.
“Selama ini masyarakat kita sudah lama bermain domino dengan berbagai sebutan. Sekarang ini lebih terorganisir dan memiliki aturan yang jelas,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya sosialisasi aturan permainan hingga ke tingkat bawah, mengingat domino telah menjadi bagian dari aktivitas masyarakat di berbagai daerah.
Baca juga: Bandara SMB II Palembang Jadi Gerbang Haji 2026, Hampir 7 Ribu Jemaah Siap Diberangkatkan
Selain itu, ia menyebut domino sebagai olahraga yang inklusif karena dapat dimainkan oleh semua kalangan tanpa membedakan latar belakang sosial maupun ekonomi.
“Ini olahraga yang menyatukan semua kalangan. Tidak ada batasan, semua bisa ikut,” tegasnya.
Herman Deru berharap Kejurda perdana ini dapat melahirkan atlet-atlet domino berprestasi yang mampu mengharumkan nama Sumsel di tingkat nasional. Ia juga menyebut Palembang telah memiliki atlet yang pernah meraih juara nasional di cabang tersebut.
Pada kesempatan itu, ia berpesan kepada pengurus Orado Sumsel masa bakti 2026–2030 untuk menjaga kekompakan serta hubungan eksternal organisasi.
“Jaga kekompakan, jangan sampai muncul perpecahan. Itu penting untuk kemajuan organisasi ke depan,” pesannya.
Ia juga mengingatkan peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas dan meminta juri bertugas secara profesional sesuai aturan yang berlaku.
“Peserta harus sportif, dan juri harus berpegang pada aturan serta fakta di lapangan,” pungkasnya. (*)






