Pagar Alam,SuaraMetropolitan – Pemerintah Kota (Pemkot) Pagar Alam terus mengintensifkan penguatan indikator Kota Layak Anak (KLA) sebagai langkah strategis dalam meningkatkan capaian penilaian KLA tahun 2026. Upaya ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap target Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam mewujudkan Sumsel sebagai provinsi Layak Anak pada tahun yang sama, Selasa (07/04/2026).
Penguatan tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan nilai semata, tetapi juga menjadi wujud komitmen Pemkot Pagar Alam dalam memastikan terpenuhinya hak-hak anak secara menyeluruh. Hak-hak tersebut meliputi akses pendidikan, pemanfaatan waktu luang, kegiatan budaya, layanan kesehatan, perlindungan hukum, perwalian, hingga hak asuh anak yang tercakup dalam lima klaster dengan total 24 indikator.
Baca juga: Kejati Sumsel Geledah Kasus Sungai Lalan, Uang Rp367 Juta hingga Harley Davidson Disita
Baca juga: Antisipasi Karhutla 2026, OKI Dapat Bantuan Peralatan Senilai Rp1,5 Miliar dari Pemerintah Pusat
Dalam pelaksanaannya, Pemkot Pagar Alam melibatkan seluruh pemangku kepentingan lintas sektor. Sinergi ini dinilai penting agar target peningkatan KLA tahun 2026 dapat tercapai, sekaligus memastikan anak-anak di Pagar Alam memperoleh haknya secara optimal, termasuk dukungan sarana dan prasarana yang memadai.
“Poin terpenting dari proses pengembangan Kota Layak Anak, yaitu koordinasi diantara para stakeholder, pemenuhan hak-hak anak yang dilakukan secara berkesinambungan dan berkelanjutan, kami berharap penguatan koordinasi ini dapat ditingkatkan,” sampai Wakil Wali Kota Hj. Bertha saat membuka Rapat Penguatan Penyelenggaraan Kota Layak Anak di Ruang Rapat Besemah I Setdako Pagar Alam.
Lebih lanjut, Wakil Wali Kota Hj. Bertha menegaskan bahwa anak merupakan investasi di masa mendatang. Oleh sebab itu, menjadi tanggung jawab bersama untuk meningkatkan kualitas mereka, sehingga mampu menjadi modal utama dalam pembangunan Kota Pagar Alam di masa depan. (*)








