Berita

Metamorfosa Serikat Pekerja di Era Transformasi Holding sub Holding dalam Analisis Sosiologis

0
×

Metamorfosa Serikat Pekerja di Era Transformasi Holding sub Holding dalam Analisis Sosiologis

Sebarkan artikel ini

Palembang,SuaraMetropolitan

Dalam analisis Sosiolog DR.HR.Wijaya Perkembangan atau Metamorfosa serikat pekerja di era transportasi holding sub holding, hal tersebut disampaikannya saat mengisi pemateri dalam kegiatan rakernas ke-5 Serikat pekerja PT PLN Persero Indonesia di Palembang, Selasa (28/11/2023).

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Sebelumnya Ia menjelaskan bahwa Holding adalah perusahaan yang memiliki saham mayoritas di beberapa perusahaan lain, sementara sub holding adalah perusahaan yang dimiliki oleh holding dan memiliki saham mayoritas di beberapa perusahaan lainnya juga. Sub holding biasanya bertanggung jawab atas pengelolaan dan koordinasi dari sekelompok perusahaan yang lebih kecil di bawah naungannya.

Tujuan dibentuknya holding sub holding, Kata Wijaya,Idealnya dibentuknya holding dan sub holding biasanya dilakukan untuk beberapa alasan utama:

 

1.Pengelolaan yang Terpusat

Memungkinkan pengelolaan yang terpusat dari sekelompok perusahaan yang berbeda di bawah naungan satu entitas, memudahkan koordinasi, pengawasan, dan pengambilan keputusan strategis.

 

2.Efisiensi Operasional

Menciptakan efisiensi dalam manajemen sumber daya, keuangan, dan operasional melalui penggabungan beberapa perusahaan di bawah satu atap, sehingga mengurangi biaya administrasi dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya.

 

3.Diversifikasi

Dengan memiliki saham mayoritas di beberapa perusahaan di berbagai sektor, holding/sub holding menciptakan diversifikasi portofolio yang dapat mengurangi risiko bisnis.

 

4.Kontrol dan Pengaruh

Dengan memiliki saham mayoritas, holding/sub holding dapat mengendalikan keputusan strategis dan operasional dari perusahaan yang ada di bawahnya, serta memiliki pengaruh yang signifikan di pasar atau industri tertentu.

 

5.Pengembangan Strategi Jangka Panjang

Membentuk holding/sub holding dapat memfasilitasi pengembangan dan pelaksanaan strategi bisnis jangka panjang yang konsisten di antara perusahaan-perusahaan yang terkait.

Tujuan utama adalah untuk menciptakan struktur perusahaan yang lebih efisien, terkoordinasi, dan mengoptimalkan keuntungan melalui pengelolaan yang terpusat dari beberapa perusahaan yang berbeda.

 

Menurut Wijaya,Prinsip -prinsip holding sub holding terbagi menjadi beberapa hal yakni

1. Koordinasi

Holding dan sub holding bertujuan untuk mengkoordinasikan operasi dan strategi bisnis di antara perusahaan yang berada di bawah naungannya.

 

2. Efisiensi

Tujuan utama dari holding/sub holding adalah untuk mencapai efisiensi dalam manajemen, pengelolaan sumber daya, dan operasional dengan menggabungkan berbagai unit usaha di bawah satu entitas.

 

3.Kontrol

Holding/sub holding umumnya memiliki saham mayoritas di perusahaan yang ada di bawahnya, memungkinkan mereka untuk mengendalikan keputusan strategis dan operasional.

 

4.Diversifikasi 

Holding/sub holding bisa mengurangi risiko dengan memiliki berbagai bisnis di berbagai sektor, menciptakan diversifikasi portofolio yang lebih luas.

 

5.Keuangan

Mereka dapat mengoptimalkan pengelolaan keuangan dan sumber daya melalui penyesuaian strategi keuangan di seluruh grup perusahaan yang terkait.

 

6.Strategi Jangka Panjang 

Fokus pada pencapaian tujuan jangka panjang dan pertumbuhan kelompok bisnis secara keseluruhan.

Kemudian, lanjut dia,Prinsip-prinsip ini membantu holding/sub holding dalam mengelola portofolio perusahaan mereka dengan cara yang terkoordinasi dan efisien.

Sementara,Parameter dari kesuksesan holding sub holding.Kesuksesan holding dan sub holding dapat diukur melalui beberapa parameter, antara lain:

 

1.Kinerja Keuangan

Pertumbuhan pendapatan, laba bersih, dan profitabilitas dari seluruh grup perusahaan di bawah naungan holding/sub holding.

 

2.Diversifikasi dan Portofolio Bisnis

Keberhasilan dalam menciptakan diversifikasi yang seimbang dalam berbagai sektor bisnis untuk mengurangi risiko.

 

3.Efisiensi Operasional

Kemampuan untuk meningkatkan efisiensi operasional, termasuk penghematan biaya, penggunaan sumber daya yang lebih baik, dan koordinasi yang efektif antara perusahaan yang terkait.

 

4.Kemampuan Manajerial

Kualitas manajemen yang baik dalam merencanakan, mengelola, dan mengkoordinasikan strategi bisnis di seluruh grup perusahaan.

 

5.Inovasi dan Adaptasi

Kemampuan untuk berinovasi, menyesuaikan diri dengan perubahan pasar, teknologi, dan tuntutan konsumen yang terus berkembang.

 

6.Nilai Saham dan Pengembalian bagi Pemegang Saham

Kenaikan nilai saham dan pengembalian yang baik bagi pemegang saham merupakan indikator penting dari kesuksesan jangka panjang.

 

7.Pengaruh Terhadap Pasar

Kemampuan holding/sub holding untuk memiliki pengaruh signifikan di pasar atau industri tertentu juga bisa menjadi parameter kesuksesan.

Kesuksesan holding dan sub holding bisa dinilai dari berbagai perspektif ini, dengan fokus pada performa keuangan, efisiensi, inovasi, dan nilai yang dihasilkan bagi pemegang saham dan pasar.

Sedangkan,Pengaruhnya dibentuknya holding sub holding bagi Serikat pekerja. Peran dan fungsi Serikat pekerja dalam peningkatan kualitas dengan dibentuknya holding sub holding

 

Peran dan fungsi serikat pekerja bisa berkontribusi pada peningkatan kualitas di dalam holding/sub holding dengan beberapa cara:

1.Mengadvokasi Kesejahteraan Karyawan

Serikat pekerja dapat memperjuangkan hak-hak karyawan di setiap perusahaan yang tergabung dalam holding/sub holding. Mereka bisa berperan dalam menjamin upah yang adil, kondisi kerja yang aman, dan manfaat lainnya bagi karyawan.

 

2.Mendorong Standar Kesetaraan dan Keadilan

Dengan berperan sebagai perwakilan karyawan, serikat pekerja bisa menekankan pentingnya adanya standar kesetaraan dan keadilan di antara perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam holding/sub holding. Hal ini termasuk dalam hal kebijakan sumber daya manusia, peluang karier, dan perlakuan yang adil bagi semua karyawan.

 

3.Partisipasi dalam Pembuatan Kebijakan

Melalui proses negosiasi dan perundingan, serikat pekerja dapat berkontribusi dalam pembuatan kebijakan yang lebih baik bagi karyawan di seluruh holding/sub holding. Mereka dapat menjadi suara bagi kepentingan karyawan dalam hal perubahan struktural, kebijakan perusahaan, atau keputusan manajemen yang memengaruhi kondisi kerja.

 

4.Mendorong Pelatihan dan Pengembangan Karyawan

Serikat pekerja bisa berperan dalam mendorong program pelatihan dan pengembangan karyawan yang merata di seluruh perusahaan yang tergabung dalam holding/sub holding, meningkatkan keterampilan dan kualifikasi karyawan untuk mendukung pertumbuhan perusahaan.

 

5.Mengatasi Isu-isu Bersama

Serikat pekerja juga bisa menjadi platform untuk membahas dan menyelesaikan isu-isu bersama yang dihadapi oleh karyawan di berbagai perusahaan dalam holding/sub holding, seperti perlindungan pekerjaan, penghargaan atas kontribusi karyawan, dan peningkatan kondisi kerja.

Dengan aktifnya peran dan partisipasi serikat pekerja dalam holding/sub holding, dapat tercipta lingkungan kerja yang lebih seimbang, adil, dan berkualitas bagi karyawan di seluruh grup perusahaan.

 

Dijelaskannya bahwa Fungsi serikat pekerja dalam pengawasan kinerja holding dan sub holding meliputi

1.Mengawasi Kebijakan Karyawan

Serikat pekerja dapat memantau kebijakan sumber daya manusia yang diterapkan oleh holding/sub holding. Mereka dapat menilai keadilan dan kesetaraan dalam kebijakan rekrutmen, kompensasi, dan kebijakan lain yang berkaitan dengan karyawan.

 

2.Pantauan Terhadap Kondisi Kerja

Melalui peran pengawasan, serikat pekerja dapat memeriksa kondisi kerja, keselamatan, dan kesehatan kerja di berbagai perusahaan yang menjadi bagian dari holding/sub holding. Hal ini termasuk memastikan kepatuhan terhadap standar keselamatan dan peraturan kerja yang berlaku.

 

3.Partisipasi dalam Evaluasi Kinerja 

Serikat pekerja bisa memiliki peran dalam proses evaluasi kinerja, terutama jika ada kebijakan atau standar kinerja yang memengaruhi kondisi kerja karyawan. Mereka dapat menyuarakan perspektif karyawan dan memberikan masukan dalam proses evaluasi.

 

4.Monitoring Manajemen dan Keputusan Strategis

Dalam konteks pengawasan, serikat pekerja bisa memantau keputusan manajemen yang signifikan, terutama yang berkaitan dengan restrukturisasi, pengurangan tenaga kerja, atau perubahan strategis dalam holding/sub holding. Mereka bisa berperan dalam memastikan keputusan tersebut memperhatikan kepentingan karyawan.

 

5.Mendorong Akuntabilitas

Dalam hal kebijakan atau praktik yang merugikan karyawan, serikat pekerja dapat mendorong akuntabilitas bagi manajemen holding/sub holding. Mereka bisa menjadi suara bagi karyawan dalam hal perlindungan kepentingan mereka.

“Dengan mengambil peran pengawasan ini, serikat pekerja dapat memastikan bahwa karyawan di berbagai perusahaan dalam holding/sub holding diakui, dihargai, dan terlindungi sesuai dengan standar yang ditetapkan dalam lingkungan kerja yang kompleks.”tutupnya.

Ikuti Kami di Google News klik https://news.google.com/publications/CAAqBwgKMPvkpwwwje21BA?hl=en-ID&gl=ID&ceid=ID%3Aen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *