Berita Daerah

OMC Karhutla Sumsel Terkendala Awan, 9 Ton NaCl Masih Siap Ditebar

×

OMC Karhutla Sumsel Terkendala Awan, 9 Ton NaCl Masih Siap Ditebar

Sebarkan artikel ini
Helikopter membawa wadah khusus yang menggantung di bawah atau tangki internal.

Palembang,SuaraMetropolitan – Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sumatera Selatan masih menghadapi kendala kondisi alam. Minimnya pertumbuhan awan menjadi salah satu hambatan dalam upaya penyemaian untuk memicu turunnya hujan.

Danlanud Sri Mulyono Herlambang (SMH) Palembang, yang sekaligus Dansubsatgas Udara di wilayah Sumsel  Kolonel Pnb Asep Wahyu Wijaya, M.M.S., mengatakan pihaknya sempat melaksanakan OMC berdasarkan prediksi perawanan dari BMKG.

Namun, penyemaian yang dilakukan belum menghasilkan hujan lantaran kondisi awan saat itu terbatas dan belum matang.

“Kita sempat melaksanakan UMC sesuai dengan prediksi dari BMKG bahwa di hari itu akan ada perawanan namun tidak signifikan pada saat itu karena memang awannya terbatas dan belum matanglah istilahnya begitu kita semai pun tidak terjadi turun hujan karena ini memang alam kita tidak bisa kita hanya bisa berdoa dan berusaha,” ujar Asep.

Meski demikian, TNI Angkatan Udara memastikan kesiapan pesawat untuk melakukan patroli maupun OMC ketika kondisi awan memungkinkan.

Baca juga: KAWAL PAK WALI, Inovasi Peserta PKA Palembang yang Raih Peringkat Pertama

“Namun kita TNI Angkatan Udara selalu siap dengan pesawat yang diberikan atau di Bekapkan ke kita, kita patroli dan omc ini kita siapkan, kita maksimalkan baik itu pagi siang maupun malam untuk ketersediaan NaCl pun masih ada sekitar 9 ton yang masih bisa dilakukan 9 kali lagi namun kita sama-sama berdoa untuk begitu awan itu ada kita langsung naikkan,” katanya.

Asep mengungkapkan, OMC di wilayah Sumsel telah dilakukan sebanyak empat gelombang. Jika dihitung berdasarkan penyemaian atau shooting, totalnya telah mencapai 55 kali.

“Kita sudah 4 gelombang melakukan OMC, kalau kita hitung shooting nya sudah 55 kali jadi dalam 1 kali shot itu kita membawa 1 ton NaCl untuk di tebar,” jelasnya.

Menurutnya, pelaksanaan OMC masih cukup efektif pada Juni dan Juli. Namun, memasuki Agustus dan September, kondisi menjadi lebih sulit karena memasuki puncak El Nino dan musim kemarau.

“Kalau Juni Juli masih efektif masuk Agustus September ini memang puncaknya elnino dan kemarau keberadaan atau ketersediaan awannya yang tidak ada itu yang menjadi kendala kami,” ungkapnya.

Baca juga: Bukan Sekadar Bersih-Bersih, Aksi TNI AU di Pasar Alang-Alang Lebar Picu Kesadaran Warga

Untuk mengetahui peluang terbentuknya awan, Lanud SMH terus berkoordinasi dengan BMKG. Jika BMKG mendeteksi keberadaan awan yang memungkinkan untuk dilakukan penyemaian, koordinasi dilanjutkan dengan BNPB untuk pelaksanaan OMC.

“Untuk memunculkan awan itu kita selalu berkoordinasi dengan BMKG karena yang punya ilmu dan berhak menyampaikan prakiraan cuaca itu BMKG kita Lanud SMH Palembang selalu koordinasi perawanan, begitu mereka menyampaikan ada awan kita berkoordinasi dengan BNPB langsung kita laksanakan OMC,” katanya.

Sementara itu, Asep menyebut penanganan Karhutla di Sumsel hingga saat ini masih dalam kategori baik. Berbagai upaya, termasuk water bombing, disebut mampu membantu mengeliminasi penyebaran titik api maupun hotspot.

“Alhamdulillah pada saat Bapak Presiden datang kemaren penanganan Karhutlah di kita dalam kategori baik karena bisa kita lihat sampai dengan saat ini tidak sampai menutup kegiatan sekolah kegiatan masyarakat,” ujarnya.

“Karena kita lihat kegiatan water bombing dan sebagainya kita bisa mengeliminasi payer sport maupun hotspot walaupun hari ini agak meningkat kalau kita lihat ke atas itu warna biru berarti cuacanya bagus dan udaranya segar,” sambungnya.

Untuk mendukung operasi udara tersebut, TNI AU menyiapkan dua pesawat untuk pelaksanaan patroli dan OMC serta lima helikopter untuk water bombing.

“Kita dua pesawat untuk pelaksanaan Patroli dan OMC kemudian 5 pesawat helikopter untuk water bombing,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan