Palembang,SuaraMetropolitan – Di bawah Jembatan Ampera, deretan penjahit kaki lima tetap bertahan di tengah persaingan dengan toko jahit modern. Dengan layanan unggulan “sejam selesai”, mereka justru menjadi pilihan utama warga yang membutuhkan perbaikan pakaian secara cepat dan terjangkau.
Layanan instan ini menjadi solusi bagi masyarakat yang tidak memiliki banyak waktu. Di saat sebagian toko jahit membutuhkan waktu berhari-hari bahkan hingga satu minggu, para penjahit di kawasan ini mampu menyelesaikan permak pakaian hanya dalam hitungan jam.
Hasan (46), salah satu penjahit yang telah lebih dari 20 tahun mangkal di lokasi tersebut, mengungkapkan bahwa kecepatan dan harga murah menjadi kunci utama mempertahankan pelanggan.
“Pelanggan maunya cepat. Kalau di toko atau ruko, terkadang bisa seminggu baru selesai. Di sini potong celana atau permak pakaian cuma sejam selesai, bisa ditunggu,” ujar Hasan saat ditemui, Jumat (3/4/2026).
Menurutnya, meski bekerja di ruang terbuka dengan fasilitas sederhana, kualitas jahitan tetap menjadi prioritas agar pelanggan tidak kecewa.
Dari usaha tersebut, Hasan mengaku dapat meraup penghasilan sekitar Rp100 ribu hingga Rp200 ribu per hari. Bahkan, menjelang Lebaran, pendapatannya bisa meningkat hingga Rp500 ribu sampai Rp800 ribu per hari.
“Setiap hari, Kami para penjahit mulai beroperasi sejak pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB. Tercatat ada sekitar delapan penjahit yang membuka lapak di kawasan tersebut, sebagian di antaranya menggunakan penutup terpal sebagai tempat bekerja.”pungkasnya

Salah satu pelanggan Hasan, Abdul (50), warga Plaju Ulu mengakui yang sudah menjadi pelanggan sejak lama. Ia lebih memilih jasa penjahit di bawah Ampera dibandingkan toko jahit formal.
“Saya sudah langganan dari tahun 2009. Kalau ke toko, bisa nunggu seminggu. Di sini harganya pas, hasilnya sesuai selera, dan yang penting bisa ditunggu sampai selesai. Jadi tidak perlu bolak-balik,” katanya.
Kepercayaan pelanggan, lanjut Abdul, bukan tanpa alasan. Ia menilai hasil jahitan tetap rapi dan sesuai permintaan, meski dikerjakan dengan waktu singkat. Tarif yang ditawarkan pun relatif terjangkau.
“Untuk jasa potong celana, pelanggan cukup membayar sekitar Rp10.000, sementara permak atau pengecilan ukuran berkisar Rp15.000 hingga Rp20.000.”ucapnya
Warga lainnya,Yan (30), juga menilai harga yang murah dengan kualitas yang baik membuat jasa ini tetap diminati.
“Harganya terjangkau dan kualitasnya sudah terjamin. Makanya saya jadi langganan di sini,” ujarnya.
Informasi diatas ditulis oleh Mahasiswa Magang UIN Raden Fatah Palembang






