Palembang, SuaraMetropolitan,– PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Keramasan memperkuat sinergi keselamatan bersama seluruh mitra kerja melalui Forum Mitra K3 PLN Indonesia Power UBP Keramasan Tahun 2026 yang digelar di Aula PLN Indonesia Power UBP Keramasan, Rabu (04/11/2026).
Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh mitra kerja PLN Indonesia Power UBP Keramasan sebagai bagian dari upaya menyamakan pemahaman dan memperkuat penerapan aspek Health, Safety and Environment (HSE) dalam setiap aktivitas pekerjaan di lingkungan unit pembangkitan.
Forum Mitra K3 menjadi ruang komunikasi dan pembelajaran bersama antara manajemen dengan mitra kerja, khususnya dalam memastikan setiap pekerjaan dilaksanakan sesuai standar keselamatan yang telah ditetapkan. Forum ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran bahwa keselamatan bukan hanya menjadi tanggung jawab fungsi K3, melainkan tanggung jawab seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan operasional.
Manager PLN Indonesia Power UBP Keramasan, Firman Ramdan, menyambut baik pelaksanaan Forum Mitra K3 tersebut. Menurutnya, keberadaan mitra kerja memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran operasi dan pemeliharaan pembangkit sehingga penerapan budaya keselamatan harus menjadi komitmen bersama.

“Forum Mitra K3 ini menjadi kesempatan bagi kita untuk menambah pengetahuan sekaligus memperkuat pemahaman mengenai pentingnya aspek K3 dalam setiap aktivitas dan pekerjaan sehari-hari. Perilaku kunci safety adalah bekerja dengan aman, sehat, dan selamat,” ujar Firman.
Firman menegaskan bahwa budaya keselamatan tidak cukup hanya diwujudkan melalui dokumen, prosedur maupun aturan tertulis. Lebih dari itu, budaya keselamatan harus tercermin melalui perilaku nyata setiap individu ketika menjalankan pekerjaan.
“Budaya keselamatan tidak cukup hanya dengan dokumen, tetapi harus terlihat dari perilaku kita setiap hari. Karena itu, setiap pekerjaan harus dimulai dengan memastikan seluruh persyaratan keselamatan terpenuhi dan setiap orang memiliki keberanian untuk menghentikan pekerjaan apabila ditemukan kondisi yang tidak aman,” tegasnya.
Dalam forum tersebut, Team Leader K3 dan Keamanan PLN Indonesia Power UBP Keramasan, Nopriadi, menyampaikan materi mengenai 4 Pilar Kepatuhan Pekerjaan Risiko Tinggi. Empat pilar tersebut meliputi Kompetensi dan Lisensi, Fit to Work dan Alat Pelindung Diri (APD), Izin Kerja dan Kontrol Risiko, serta Pengawasan dan Stop Work.
Keempat pilar tersebut menjadi fondasi penting dalam memastikan pekerjaan berisiko tinggi dilakukan oleh personel yang kompeten, dalam kondisi siap bekerja, menggunakan perlindungan yang sesuai, memiliki izin kerja, serta berada dalam pengawasan yang memadai.
Nopriadi menekankan bahwa pemenuhan persyaratan keselamatan merupakan hal yang tidak dapat ditawar. Apabila persyaratan K3 belum terpenuhi, pekerjaan tidak boleh dimulai dan pekerjaan yang sedang berlangsung harus dihentikan apabila ditemukan kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan.
“Jika persyaratan K3 tidak terpenuhi, pekerjaan tidak boleh dimulai atau harus dihentikan. Keselamatan menjadi prioritas utama dan tidak boleh dikompromikan dengan target pekerjaan,” jelas Nopriadi.
Selain 4 Pilar Kepatuhan Pekerjaan Risiko Tinggi, forum juga membahas Contractor Safety Management System (CSMS) sebagai bagian dari pengelolaan keselamatan mitra kerja. Penerapan CSMS menjadi instrumen penting untuk memastikan aspek keselamatan telah diperhatikan sejak proses awal pekerjaan hingga pekerjaan selesai dilaksanakan.
Melalui forum tersebut, mitra kerja juga didorong untuk tidak hanya memahami aturan keselamatan, tetapi mampu menerapkannya secara konsisten dalam setiap tahapan pekerjaan. Dengan demikian, pengendalian risiko dapat dilakukan sejak awal dan potensi terjadinya insiden dapat diminimalkan.

Salah satu agenda penting dalam Forum Mitra K3 adalah penandatanganan Komitmen Health, Safety and Environment (HSE) oleh manajemen UBP Keramasan bersama seluruh mitra kerja PLN Indonesia Power UBP Keramasan.
Penandatanganan komitmen tersebut menjadi simbol kesepakatan bersama untuk menjadikan keselamatan, kesehatan kerja, dan perlindungan lingkungan sebagai bagian integral dalam pelaksanaan setiap pekerjaan.
Komitmen tersebut sekaligus menegaskan bahwa hubungan kerja antara PLN Indonesia Power dengan mitra tidak hanya berorientasi pada pencapaian target pekerjaan, tetapi juga pada bagaimana seluruh pekerjaan dapat diselesaikan dengan aman, sehat, berkualitas, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.
PLN Indonesia Power UBP Keramasan berkomitmen melaksanakan kegiatan operasi dan pemeliharaan secara aman serta berkelanjutan dengan menerapkan standar tinggi terhadap aspek HSE. Upaya tersebut dilakukan untuk meminimalkan risiko melalui pencegahan kecelakaan kerja, kebakaran, Penyakit Akibat Kerja (PAK), pencemaran lingkungan, serta berbagai dampak lain yang dapat terjadi di sekitar unit pembangkit.
Melalui Forum Mitra K3 2026, PLN Indonesia Power UBP Keramasan berharap tercipta kesamaan standar dan perilaku keselamatan antara insan PLN Indonesia Power dan seluruh mitra kerja. Kolaborasi tersebut menjadi fondasi penting dalam mewujudkan lingkungan kerja yang aman, sehat, produktif, dan berkelanjutan.
Bagi UBP Keramasan, keselamatan bukan sekadar target, melainkan nilai yang harus hadir dalam setiap keputusan, tindakan, dan perilaku kerja. Dengan komitmen bersama antara manajemen, pegawai, dan mitra kerja, budaya keselamatan diharapkan semakin kuat dan menjadi bagian dari cara kerja sehari-hari.(*)






