Indralaya,SuaraMetropolitan – PT PLN Indonesia Power UBP Keramasan Unit Pelaksana (UP) Indralaya menyelenggarakan pelatihan bertajuk “Pencegahan Kontaminasi dan Sanitasi pada Budidaya Jamur Tiram” bagi Kelompok Sentra Jamur Tiram (Sejati) dan Kelompok Rifda di Kelurahan Timbangan pada Selasa, 14 Juli 2026 di lokasi kelompok sentra jamur tiram di Kelurahan Timbangan.
Pelatihan ini menghadirkan Rakhmat sebagai narasumber, pembudidaya jamur tiram berpengalaman yang telah menggeluti usaha jamur sejak tahun 2017 melalui komunitas “Jamur Kenten” di Palembang. Dalam pemaparannya, Rakhmat membagikan pengetahuan praktis mengenai penyebab kontaminasi baglog, teknik sterilisasi, serta praktik sanitasi di ruang inokulasi dan kumbung yang selama ini menjadi tantangan umum bagi pembudidaya jamur skala kecil dan menengah.
Materi pelatihan mencakup pemahaman dasar mengenai kontaminasi, masuknya jamur liar, bakteri, atau mikroorganisme lain ke dalam media tanam yang dapat menghambat pertumbuhan miselium, serta langkah-langkah pencegahannya, mulai dari kebersihan bahan baku dan alat, sterilisasi baglog yang benar, penggunaan bibit berkualitas, penerapan standar operasional prosedur (SOP) sanitasi, hingga tata cara penanganan baglog yang sudah terkontaminasi agar tidak menyebar ke baglog sehat lainnya.
Dalam sambutannya, Amrina Purnamasari, Team Leader K4L UP Indralaya menyampaikan bahwa budidaya jamur tiram memiliki prospek yang baik seiring permintaan pasar yang terus meningkat, namun keberhasilannya tidak hanya ditentukan oleh kualitas bibit dan media tanam, melainkan juga sangat bergantung pada penerapan sanitasi yang baik dan kemampuan mencegah kontaminasi.

“Melalui pelatihan ini, kita berharap seluruh peserta dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan budidaya, menerapkan prosedur sanitasi yang benar, mengenali sumber-sumber kontaminasi, serta memahami langkah-langkah pencegahan dan penanganannya, sehingga produktivitas budidaya jamur tiram dapat meningkat”, kata Amrina.
Amrina mengajak seluruh peserta untuk mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdiskusi, bertanya, serta berbagi pengalaman dengan narasumber maupun sesama peserta, agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan secara nyata dan memberikan manfaat bagi usaha budidaya jamur tiram di daerah tersebut. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini.
Pada kesempatan terpisah, Manager PLN IP UBP Keramasan, Firman Ramdan, menyambut baik kegiatan ini.
“Kegiatan ini tentunya sangat baik sekali bagi para rekan petani jamur tiram binaan PLN IP UP Indralaya. Tidak hanya menambah pengetahuan tentang cara mencegah terjadinya penyebab gangguan padi pertanian jamur tiram tetapi juga mampu membuka cakrawala untuk terus dapat beradaptasi dengan hal-hal baru yang dapat meningkatkan produksi pertanian jamur tiram binaan PLN IP UP Indralaya”, ujar Firman Ramdan.
Pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen PLN Indonesia Power UBP Keramasan UP Indralaya dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar wilayah operasional, khususnya kelompok sentra jamur tiram di Kelurahan Timbangan. Dengan penerapan sanitasi dan pencegahan kontaminasi yang konsisten, diharapkan kelompok pembudidaya dapat menekan angka kegagalan baglog, meningkatkan hasil panen, dan pada akhirnya memperkuat keberlanjutan usaha budidaya jamur tiram di tingkat kelurahan.
Sekilas Tentang PLN Indonesia Power
PT PLN Indonesia Power adalah Generation Company terbesar se-Asia Tenggara Sub Holding BUMN kelistrikan yaitu PT PLN (Persero). PLN Indonesia Power selalu berkomitmen untuk menjadi perusahaan energi yang berbasis teknologi, inovasi, dan berorientasi pada masa depan menuju The NEW PLN 4.0 UNLEASHING ENERGY and BEYOND.












