Lampung,SuaraMetropolitan – Prof. Dr. Drs. H. R. Wijaya, M.Si. mendorong penerapan psikosufistik untuk meningkatkan kesehatan mental dan spiritual mahasiswa melalui pengembangan keilmuan dan pelatihan praktis. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber kuliah umum Fakultas Psikologi Islam UIN Raden Intan Lampung di Ballroom Academic dan Research Center, Selasa (13/10/2026).
Kuliah umum bertema “Psikosufistik dalam Pengembangan Kesehatan Mental dan Spiritual” ini digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan kesehatan mental sekaligus pembekalan bagi mahasiswa baru agar memiliki pemahaman mengenai pentingnya keseimbangan psikologis dan spiritual dalam menghadapi tantangan kehidupan.
Dalam pemaparannya, Prof. Wijaya menekankan bahwa pengembangan psikosufistik tidak cukup hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi harus dilanjutkan melalui pelatihan dan praktik meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang dibutuhkan dunia kerja.
“Habis kuliah umum ini kita akan mengadakan pelatihan peningkatan sumber daya manusia dalam bidang mental spiritual, karena dunia usaha dan dunia industri sudah menunggu untuk kita semua,” ujar Wijaya.
Baca juga: Terus Genjot Pajak Daerah, Bapenda Palembang Ungkap Sejumlah Kendala
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Fakultas Psikologi Islam UIN Raden Intan Lampung atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk berkontribusi dalam pengembangan keilmuan, khususnya di bidang psikosufistik.
Sementara itu, Dekan Fakultas Psikologi Islam UIN Raden Intan Lampung, Dr. Ahmad Zarkasi, M.Sos.I., mengatakan bahwa kuliah umum bersama Prof. Wijaya menjadi puncak rangkaian kegiatan peringatan kesehatan mental yang dilaksanakan untuk memperkuat kesiapan mental dan spiritual mahasiswa.
“Pada hari ini kita mengadakan kegiatan kuliah umum yang bertemakan psikosufistik dalam pengembangan kesehatan mental dan spiritual. Kita akan menggali itu melalui narasumber kita yang luar biasa, Bapak Profesor Doktor Wijaya,” ungkap Zarkasi.
Zarkasi menjelaskan, rangkaian kegiatan telah berlangsung sejak 5 Oktober melalui layanan konseling di berbagai fakultas dan lembaga, dilanjutkan pelatihan public speaking pada 8 Oktober serta pengabdian masyarakat ke Sekolah Rakyat di Lampung pada 9 Oktober. Melalui kegiatan ini, pihak fakultas berharap mahasiswa tidak hanya memahami kesehatan mental dan spiritual secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari dan dunia kerja.











