Palembang, Suarametropolitan – Tumpukan sampah dan eceng gondok yang memenuhi sejumlah bagian Sungai Kedukan di kawasan 5 Ulu, Palembang, menjadi perhatian warga. Kondisi tersebut dikhawatirkan menghambat aliran air dan meningkatkan risiko banjir, terutama saat memasuki musim hujan,Senin (2/11/2026).
Pantauan di lokasi belum lama ini, memperlihatkan permukaan sungai dipenuhi berbagai jenis sampah, mulai dari plastik, popok, pakaian bekas hingga sampah rumah tangga. Sampah tersebut tersangkut di antara eceng gondok yang tumbuh di permukaan air.
Warga menilai persoalan tersebut perlu segera ditangani secara serius. Pasalnya, sampah yang terus menumpuk dan pertumbuhan eceng gondok berpotensi mempersempit jalur aliran air, terutama ketika debit sungai meningkat akibat hujan deras.
Warga setempat, Yanto, mengatakan petugas kebersihan dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) sebenarnya telah melakukan pembersihan secara rutin. Namun, keterbatasan tenaga dan armada membuat penanganan sampah yang menumpuk belum maksimal.

“Kalau mau dibenahi, pemerintah harus tambah karyawan dan mobil. Kalau armadanya sedikit, susah membersihkan sampah yang banyak,” kata Yanto.
Menurutnya, sampah yang telah dibersihkan kerap kembali menumpuk karena masih ada warga yang membuang sampah sembarangan ke sungai.
Kondisi tersebut membuat upaya menjaga kebersihan Sungai Kedukan tidak cukup hanya mengandalkan pembersihan rutin. Diperlukan penanganan yang lebih optimal, baik dari sisi penambahan armada dan tenaga kebersihan maupun kesadaran masyarakat.
Selain sampah rumah tangga, keberadaan eceng gondok juga menjadi persoalan tersendiri. Tanaman yang memenuhi permukaan sungai tersebut membuat sampah mudah tersangkut dan berkumpul di sejumlah titik, termasuk di sekitar bagian bawah jembatan.
Warga lainnya, Surya, mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah. Menurutnya, sampah yang dibuang ke sungai dapat terbawa arus, tetapi sebagian akan tersangkut dan menumpuk sehingga berpotensi mengganggu kelancaran aliran air.
“Kalau bisa jangan buang sampah ke sungai. Kalau sudah menumpuk, aliran air bisa terganggu,” ujar Surya.
Ia berharap pemerintah dapat meningkatkan penanganan Sungai Kedukan, terutama menjelang dan selama musim hujan. Penambahan tenaga serta armada kebersihan dinilai penting agar pembersihan dapat dilakukan lebih maksimal.
Surya juga meminta agar pemerintah menyediakan tempat pembuangan sampah yang memadai di sekitar permukiman. Dengan demikian, masyarakat memiliki alternatif untuk membuang sampah dan tidak lagi menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan.
Informasi diatas ditulis oleh Mahasiswa Magang UIN Raden Fatah Palembang.








