Palembang,SuaraMetropolitan – Sekretaris Daerah Kota Palembang, Aprizal Hasyim, mendorong percepatan pelaksanaan program jaminan sosial ketenagakerjaan bagi para pekerja melalui rapat koordinasi yang digelar secara virtual, Kamis (23/4/2026).
Kegiatan ini berlangsung di Lawang Jabo Command Center dan membahas asistensi, monitoring, serta evaluasi (monev) Program Percepatan Capaian Universal Coverage Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (UCJ) Tahun 2026.
Rapat tersebut bertujuan memastikan seluruh pekerja di Palembang, baik di sektor formal maupun informal, memperoleh perlindungan jaminan sosial sesuai dengan target nasional.
Baca juga: Digitalisasi dan Penagihan Diperkuat, Bapenda Optimis Target Pajak 2026 Tercapai
Dalam arahannya, Aprizal Hasyim menegaskan sejumlah langkah strategis yang akan dilakukan Pemerintah Kota Palembang. Di antaranya adalah melakukan sinkronisasi data pekerja rentan agar bantuan iuran jaminan sosial dapat tersalurkan secara tepat sasaran, serta memastikan seluruh pemberi kerja mematuhi kewajiban mendaftarkan pekerjanya ke dalam program BPJS Ketenagakerjaan.
“Pemkot Palembang terus berkomitmen mengalokasikan anggaran untuk melindungi pekerja non-ASN dan pekerja sektor informal seperti buruh harian dan pedagang kecil,” ujar Aprizal.
Baca juga: Jaringan Sabu Terbongkar, Dua Wanita Diamankan Polisi di Palembang
Ia menegaskan bahwa pencapaian UCJ tidak hanya berorientasi pada angka statistik, melainkan sebagai bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan rasa aman bagi masyarakat saat bekerja.
“Kami terus bersinergi dengan BPJS Ketenagakerjaan dan instansi terkait untuk memastikan target tercapai di tahun 2026. Fokus kita adalah perlindungan menyeluruh bagi warga Palembang,” ujar Aprizal Hasyim di sela-sela rapat.
Aprizal juga menambahkan bahwa melalui kegiatan monev ini, Pemerintah Kota Palembang akan mengidentifikasi berbagai kendala di lapangan, mulai dari persoalan administratif hingga masih minimnya pemahaman masyarakat mengenai pentingnya jaminan sosial. (*)






