Berita Daerah

Sekda Palembang Dorong Sinergi Zakat dan CSR, Warga Miskin Jadi Prioritas

×

Sekda Palembang Dorong Sinergi Zakat dan CSR, Warga Miskin Jadi Prioritas

Sebarkan artikel ini
Sekda Kota Palembang, Aprizal Hasyim, saat menerima audiensi jajaran pengurus Baznas Kota Palembang di ruang kerjanya.

Palembang,SuaraMetropolitan Pemerintah Kota Palembang terus memperkuat langkah pengentasan kemiskinan melalui kolaborasi berbagai pihak. Selain melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan kecamatan, Pemkot juga mendorong optimalisasi peran Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) serta dunia usaha melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), Senin (8/6/2026).

Komitmen tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Aprizal Hasyim, saat menerima audiensi jajaran pengurus Baznas Kota Palembang di ruang kerjanya. Pertemuan itu membahas upaya menyelaraskan program pemerintah dengan pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah agar lebih tepat sasaran dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.

Menurut Aprizal Hasyim, keterlibatan aktif seluruh OPD dan kecamatan menjadi bagian penting dalam percepatan pengentasan kemiskinan. Kehadiran Baznas dengan Indeks Zakat Nasional dinilai dapat menjadi instrumen yang membantu pemerintah dalam mengukur efektivitas program yang dijalankan.

Baca juga: Bupati Toha Kukuhkan Pengurus IPPK Babat Toman, Dorong Peran Organisasi dalam Pembangunan Daerah

“Sesuai arahan, seluruh dinas dan kecamatan memang wajib terlibat aktif dalam pengentasan kemiskinan. Hadirnya Baznas dengan Indeks Zakat Nasional-nya akan menjadi tolok ukur yang sangat baik agar program kita lebih terukur dan menyentuh akar rumput,” ujar Aprizal Hasyim.

Dalam audiensi tersebut, Baznas juga mengusulkan adanya payung hukum yang dapat memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga pengelola zakat. Menanggapi hal itu, Sekda menyambut baik rencana penerbitan Surat Edaran (SE) Walikota yang nantinya menjadi pedoman bagi setiap OPD dalam menyinkronkan program kerja dengan Baznas.

Sementara itu, Ketua Baznas Kota Palembang, Ridwan Nawawi, menilai upaya pengentasan kemiskinan akan lebih maksimal jika mendapat dukungan dari sektor swasta. Ia menegaskan bahwa program CSR perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kota Palembang perlu diarahkan agar manfaatnya lebih dirasakan oleh masyarakat setempat.

Baca juga: ASN Muba Kini WFH Tiap Jumat, Masyarakat Tetap Bisa Akses Layanan BKPSDM

“Banyak perusahaan besar di Palembang yang aktivitas bisnis dan karyawannya adalah wong Palembang. Sudah sepatutnya dampak positif CSR-nya dirasakan langsung oleh masyarakat kita di sini. Seringkali program CSR berjalan sendiri-sendiri sehingga dampaknya kurang terasa,” ungkapnya.

Sebagai tindak lanjut, Baznas Palembang berencana mengajukan permohonan surat imbauan resmi dari Walikota kepada perusahaan-perusahaan agar pelaksanaan program CSR dapat disinergikan melalui Nota Kesepahaman (MoU) bersama Baznas Palembang.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, Baznas, dan dunia usaha, berbagai program pemberdayaan masyarakat diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. Dengan dukungan pelatihan, bantuan modal usaha, serta program sosial perusahaan, masyarakat miskin diharapkan mampu meningkatkan kemandirian ekonomi.

“Jika dinas menyiapkan program pelatihan kerjanya, lalu Baznas masuk memberikan modal usahanya dari dana zakat, dan didukung CSR perusahaan, maka pengentasan kemiskinan ini akan masif. Kita ingin keluarga yang tadinya menerima zakat, ke depan bisa mandiri secara ekonomi dan gantian menjadi pembayar zakat,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

error: Maaf ya, kalau beritanya bagus di share saja.