Palembang,SuaraMetropolitan – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Selatan terus mempercepat pelaksanaan pendataan lapangan Sensus Ekonomi (SE) 2026. Hingga 29 Juli 2026, progres pendataan usaha dan keluarga di Sumatera Selatan telah mencapai 78,03 persen, sementara pendataan usaha besar berada di angka 53,85 persen. Seluruh proses pendataan lapangan ditargetkan rampung pada 31 Agustus 2026.
Kepala BPS Provinsi Sumatera Selatan, Moh. Wahyu Yulianto, S.Si., S.ST., M.Si., mengajak para pelaku usaha untuk tidak takut didata dan memberikan informasi yang benar kepada petugas sensus.
“Sensus Ekonomi 2026 menyediakan data dasar seluruh kegiatan ekonomi, kecuali lapangan usaha O dan T, sebagai landasan bagi penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan nasional,” ujar Moh. Wahyu Yulianto dalam kegiatan Sensus Ekonomi Media Connect 2026 di Palembang, 31 Juli 2026.
Menurutnya, Sensus Ekonomi 2026 merupakan satu-satunya instrumen pengumpulan data yang mampu menghasilkan gambaran perekonomian Indonesia secara utuh hingga ke wilayah terkecil. Pelaksanaan sensus ini juga merupakan amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik yang mengatur bahwa Sensus Ekonomi dilaksanakan setiap 10 tahun sekali pada tahun yang berakhiran angka 6.
Ia menjelaskan, data yang dihimpun melalui SE2026 akan memberikan informasi mengenai struktur ekonomi, karakteristik usaha, kondisi UMKM, permodalan dan investasi, serta perkembangan ekonomi digital dan ekonomi lingkungan.
“Sensus Ekonomi 2026 juga akan memberikan informasi mengenai ekonomi digital dan ekonomi lingkungan, termasuk ekonomi hijau dan ekonomi biru, sehingga dapat menjadi acuan dalam perencanaan pembangunan yang lebih berkualitas,” katanya.
Baca juga: DPRD Sumsel Rampungkan Seleksi KPID, Tujuh Nama Resmi Dikirim ke Gubernur
Dalam pelaksanaannya, BPS Sumsel menerjunkan 7.588 petugas sensus yang terdiri dari 6.639 Petugas Pendata Lapangan (PPL) dan 949 Petugas Pemeriksa Lapangan (PML). Masyarakat dan pelaku usaha diimbau untuk mengenali atribut resmi petugas, seperti rompi, nametag, surat tugas, serta penggunaan aplikasi FASIH.
BPS Sumsel mengakui masih terdapat sejumlah tantangan di lapangan, antara lain responden yang sulit ditemui, keterbatasan sosialisasi, pengaruh media sosial, hingga kekhawatiran masyarakat terhadap proses pendataan. Karena itu, dukungan berbagai pihak dinilai penting agar pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 berjalan optimal.
“Pentingnya dukungan media untuk membantu memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya SE2026,” ujarnya.
BPS berharap partisipasi aktif para pelaku usaha dalam Sensus Ekonomi 2026 dapat menghasilkan data yang akurat dan berkualitas, sehingga mampu menjadi pijakan kuat dalam merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi Sumatera Selatan maupun Indonesia secara keseluruhan.







