Palembang,SuaraMetropolitan
Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin ll (SMB ll) Palembang Downgrade (turun kelas-Red) menjadi Bandara Domestik. Sesuai dengan keputusan menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pada 2 April lalu.
PJ Walikota Palembang Ratu Dewa menjelaskan bahwa adanya regulasi tersebut datang dari menteri Perhubungan karena ada pertimbangan ekonomi global yang jumlah penduduknya banyak tapi Bandara Internasional di bawah Indonesia.
“Jadi perubahan itu menurut dari Kementerian ada beberapa hal setelah mengacu terhadap perekonomian penerbangan baik secara internasional bahkan diambil sampel di sana contoh kasus diumpamakan di India.
“India itu kan penduduknya hampir 1,4 miliar terus Bandara internasionalnya hanya 17 belum lagi Amerika Serikat yang penduduknya 399 juta bandara internasionalnya ada 18. Dan kita di Indonesia ada 34 artinya ada perampingan artinya dari pihak Kementerian memperhatikan dari sisi perekonomian secara global maka dari itu menjadi bahan-bahan pertimbangan itu info yang saya dapatkan,”kata Ratu Dewa saat diwawancarai, Sabtu (27/04/2024).
Namun, dengan Down Grade keputusan Kemenhub tidak bisa dipungkiri akan berdampak negatif dari segi perekonomian di kota Palembang.
“Dampak negatifnya di kota Palembang dari sisi perekonomian tetapi juga kita tahu bahwa kondisi itu tidak lain dan tidak lepas dari kerja dan beberapa persyaratan yang harus dilengkapi,”ungkapnya.
Selain itu, kata Dewa, dari sektor wisata juga aka anjlok, akan tetapi tetap ada pengecualian jika ada event besar.
“Saya rasa pasti ada penurunan dari pariwisata tetapi kan ada sisi pengecualian juga di sana kalau ada event dan kegiatan internasional masih dibuka termasuk dan juga ada Embarkasi kegiatan-kegiatan lain Kegiatan tertentu,”ulasnya.
Sementara Ketua Masyarakat Sadar Wisata (Masata) Sumsel Herlan Asfiudin mengaku sangat kecewa atas keputusan Kementrian Perhubungan karena dengan Downgrade Bandara SMB ll ini akan sangat merugikan masyarakat khususnya bagi yang ingin berwisata keluar negeri begitupun sebaliknya.
“Kami sangat kecewa, karena ini bandara kebanggaan kami Palembang orang Palembang bandara internasional sehingga akses orang luar ke Palembang sulit begitu juga akses dari Palembang mau ke luar negeri sebelum covid-19 dulu, dahulu sering melakukan perjalanan ke Malaysia karena biayanya lebih murah dibandingkan ke Jakarta,”paparnya.
Baca juga : Isu Dugaan Politik KTP Mencuat di Kabupaten Lahat, Cik Ujang: Perilaku Seperti Ini Pasti Bukan Orang Lahat
“Dengan status Bandara Internasional masyarakat sangat diuntungkan nah saat ini dengan turunnya status menjadi bandara domestik masyarakat dirugikan,”ucapnya Babe sapaan akrabnya.
Selain itu, kata Babe Herlan, kesannya mubazir karena bandara SMB ll saat ini fasilitas sudah setarap Internasional termasuk navigasi sudah lengkap semua.
“Jadi sangat sayang barang yang sudah lengkap itu dikecilkan justru bandara yang dari domestik dinaikkan international perlu penambahan alat-alat kitalah punya alat-alat tapi malah dikecilkan ini yang membuat kita tidak sepemikiran dengan Kementerian dengan adanya protes mudah-mudahan dievaluasi dan dikoreksi,”tandasnya.






