Berita Daerah

Tirta Musi Benahi Pipa Warisan 1905, Investasi Penggantian Diperkirakan Rp2 Miliar

×

Tirta Musi Benahi Pipa Warisan 1905, Investasi Penggantian Diperkirakan Rp2 Miliar

Sebarkan artikel ini
Direktur Operasional Perumda Tirta Musi Palembang, Rahmad, ST, saat di wawancarai di sela-sela kegiatan aksi simpatik atas pengertian dan dukungan masyarakat selama proses kebocoran pipa, di depan RSMH Palembang, Jum'at (8/5/2026).

Palembang,SuaraMetropolitan Perumda Tirta Musi Palembang memastikan distribusi air kepada 880 pelanggan yang terdampak kebocoran pipa di Jalan Jenderal Sudirman, depan RSMH Palembang, kini kembali normal. Kebocoran tersebut terjadi akibat pipa lama peninggalan tahun 1905 yang mengalami korosi karena faktor usia, sehingga perusahaan menyiapkan program penggantian jaringan dengan nilai investasi diperkirakan mencapai Rp2 miliar.

Direktur Operasional Perumda Tirta Musi, Rahmad, ST, mengatakan proses perbaikan pipa yang sempat mengganggu aktivitas pengguna jalan tersebut kini telah selesai dilakukan. Sebagai bentuk perhatian kepada masyarakat, Perumda Tirta Musi juga membagikan bingkisan makanan kepada pengguna jalan di sekitar lokasi pengerjaan.

“Kegiatan ini adalah salah satu bentuk perhatian kami kepada masyarakat Kota Palembang atas pengertian dan bantuannya selama proses perbaikan berlangsung. Karena kerusakan pipa ini mengganggu aktivitas pengguna jalan, maka kami dari Perumda Tirta Musi memohon maaf dengan memberikan bingkisan kecil kepada pengguna jalan,” ujar Rahmad, Jum’at (8/5/2026).

Ia menjelaskan, pengaliran air kepada pelanggan terdampak saat ini sudah kembali normal setelah pengerjaan dilakukan sejak Kamis lalu.

“Pengerjaan sudah kami selesaikan dan hari ini pengaliran sudah normal kembali. Sebanyak 880 pelanggan yang terdampak kini sudah kembali teraliri. Atas nama Perumda Tirta Musi kami meminta maaf atas gangguan yang terjadi,” katanya.

Direktur Operasional Perumda Tirta Musi Palembang, Rahmad, ST., membagikan bingkisan makanan di sela-sela aksi simpatik di depan RSMH Palembang, Jum’at (8/5/2026).

Baca juga: Palembang dan Belanda Bahas Strategi Pengelolaan Air dan Pengendalian Banjir

Rahmad mengungkapkan, kebocoran tersebut disebabkan kondisi pipa yang sudah sangat tua dan mengalami korosi akibat usia pemakaian yang panjang.

“Kebocoran ini disebabkan usia pipa yang memang sudah tua. Pipa tersebut dipasang tahun 1905 dan masih beroperasi sampai sekarang sehingga termakan usia dan korosi,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa, Perumda Tirta Musi telah berkoordinasi dengan pihak Balai dan instansi pekerjaan umum terkait relokasi jaringan pipa sepanjang kurang lebih 750 meter menggunakan jenis pipa ADB.

“Hasil koordinasi dengan pihak PU Balai kami mendapat izin untuk merelokasi pipa ini dengan panjang kurang lebih 750 meter yang akan kami ganti dengan jenis pipa ADB. ADB jenis pipa yang sistem penyambungannya tidak langsung dengan tanah sehingga harapannya tidak terjadi korosi,” ungkap Rahmad.

Selain penggantian jaringan pipa, Perumda Tirta Musi juga memperkirakan biaya perbaikan jalan akibat kerusakan tersebut mencapai sekitar Rp900 juta dan seluruhnya akan menjadi tanggung jawab perusahaan.

Baca juga: Viral Kasus Sungai Lalan, Pegiat Antikorupsi Minta Latar Belakang Perbup 2017 Dibuka Terang

“Estimasi kerugian untuk perbaikan jalan sekitar Rp900 juta dan itu akan dibebankan kepada Perumda Tirta Musi. Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak PU,” ujarnya.

Rahmad menambahkan, penggantian jaringan pipa tua tersebut akan masuk tahap pengkajian pada Juli mendatang dan ditargetkan selesai pada Desember 2026 melalui anggaran perubahan. Jalur baru nantinya direncanakan dipasang di luar badan jalan agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat maupun pengembangan infrastruktur ke depan.

“Pemasangan rencananya dilakukan di luar jalan, di sisi parit, sehingga diharapkan tidak mengganggu aktivitas masyarakat. Untuk pemasangan kemungkinan menggunakan sistem boring agar tidak terlalu banyak membuka jalur,” katanya.

Ia juga menyebut sebagian jaringan pipa lama di kawasan Simpang Sekip hingga Bank Indonesia sebenarnya telah diganti pada 2012. Namun beberapa titik lainnya masih menggunakan pipa lama karena penggantian sempat tertunda akibat adanya agenda internasional pada saat itu.

Selain di Jalan Sudirman, jaringan pipa tua juga masih terdapat di kawasan Jalan Kapten A Rivai hingga Jalan Veteran menuju 3 Ilir. Meski demikian, kondisi jaringan di lokasi tersebut dinilai relatif lebih aman karena digunakan untuk aliran air baku dengan tekanan yang tidak terlalu tinggi.

Tinggalkan Balasan

error: Maaf ya, kalau beritanya bagus di share saja.