Palembang,SuaraMetropolitan
Sempat viral di media sosial seorang bocah penjual pisang coklat (Piscok) di Palembang dipaksa melakukan perbuatan asusila atau onani jadi atensi PJ Walikota Palembang Ratu Dewa.
Ratu Dewa langsung mengintruksikan Satpol-PP untuk segera ditindaklanjuti. Setelah di ditemukan oleh Satpol-PP perekam video bernama Muhammad Syafei alias Dedek mengaku hanya candaan dan mengucapkan permintaan maafnya ke seluruh masyarakat kota Palembang.
Didalam Vidio yang sempat viral terlihat seorang bocah di suruh untuk melakukan onani dan menonton Video, menurut keterangan Dedek perbuatan tersebut hanya berupa candaan semata.
“Saya Muhammad Syafei, saya minta maaf kepada seluruh masyarakat kota Palembang khususnya PJ Walikota Palembang Ratu Dewa karena awalnya saya hanya main-main saja,”katanya, Jum’at (01/03/2024) malam saat di temui Kabid OPS Satpol-PP Kota Palembang Cherly Panggarbesi.

Menurut Cherly, berdasarkan keterangan Dedek bahwa antara Dedek dengan Bocah berinisial DK tersebut memang sudah kenal dan vidio tersebut sengaja di unggah hanya untuk candaan dan tidak menyangka kalau bakal jadi cemoohan.
“Sebenarnya saya sudah kenal lama, dan dalam video tersebut menunjukkan seorang anak sedang melakukan hal yang tidak pantas, sebenarnya Bocah tersebut hanya memasukkan tangannya di dalam baju dan didepan banyak orang jadi tidak ada paksaan sama sekali,”ujarnya.
Baca juga : Antisipasi Narkoba Susupi Kampus, The Wijaya Institusi Bersama YGANN Edukasi Mahasiswa Bahaya Narkoba
Mengenai di iming-imingi uang, kata Cherly dari keterangan Dedek, Uang tersebut tidak ada dan uang itu untuk pembayaran makanan ditempat tersebut.
“Jadi kata Dede uang 50 ribu itu tidak ada, uang itu justru untuk membayar makanan di sana,”jelasnya.
Dijelaskannya juga bahwa, memang Dedek lah pelaku perekam video tersebut akan tetapi yang memviralkan dan menambah embel-embel keterangan bukan dia tapi seorang selebgram yang mengambil video Dedek di Tiktok melalui rekam layar.
Baca juga : Dishub Palembang Angkut Jukir di Kantor Pos Kapten A.Rivai
“Sebenarnya selebgram itu mengambil video saya di tiktok dan di viralkannya diberinya caption. Selain itu, Selebgram itu sudah membuat video klarifikasi nya tapi Dede tidak dipostingnya karena khawatir tempat mencoreng tempat makan tersebut,”ucap Cherly.
Namun, kata dia, Kepolisian sudah mengantongi nama Selebgram tersebut dan akan segera ditindaklanjuti karena sudah membuat keresahan ditengah masyarakat.
“Nama Selebgram tersebut sudah di ketahui oleh polisi dan akan ditindaklanjuti,”pungkasnya.






