Pendidikan

224 Siswa Diterima Masuk Klas VII SMPN 3 Banguntapan

1
×

224 Siswa Diterima Masuk Klas VII SMPN 3 Banguntapan

Sebarkan artikel ini

Bantul (MetroIndonesia.co) – Program pembelajaran daring disaat musim pandemi ini kemungkinan masih harus terus di terapkan dunia pendidikan dari mulai tingkat dasar sampai ke perguruan tinggi. Tidak terkecuali di wilayah Kabupaten Bantul Yogyakarta. Salah satunya di SMPN 3 Banguntapan yang beralamat di Kalurahan Jambitan Kapanewon Banguntapan.
Kartini M.Pd selaku Kepala Sekolah di SMPN 3 Banguntapan menyampaikan di Aula Sekolah SMPN 3 Banguntapan pada Jumat (2/7/2021). Jika untuk tahun ajaran baru 2021/2022 ini pihak sekolahan menunggu informasi dari Dinas Dikpora Kabupaten Bantul untuk kepastiannya, apa dengan daring atau tatap muka, dan di sampaikan pula jika ada 224 siswa baru serta terbagi dalam 7 kelas.
“Semua ada 7 kelas, jadi masing masing kelas ada 32 siswa, dan karena bantul juga masuk dalam zona merah darurat covid , dan kami masih menunggu intruksi dari Dinas Dikpora Bantul terkait sustem pembelajarannya,” jelas kepala Sekolah.
Lebih lanjut Ninik Purwantini M.Pd selaku humas SMPN 3 Banguntapan juga menyampaikan jika ada 33 siswa yang diterima lewat jalur Afirmasi, 54 jalur Prestasi, 9 jalur Lingkungan dan sisanya melalui Zonasi umum.
“Semua teknis terkait PPDB selalu kami koordinasikan dan sesuai juknis, selanjutnya untuk teknis dan administrasi pengadaan seragam dan lain lain semua di kelola pihak POT,” tegas Ninik.
Sementara di kesempatan yang sama Giyana M.Pd selaku Koordinator Pengawas SMP Dikpora Bantul menghimbau kepada seluruh sekolah yang masuk dalam binaannya agar setiap kegiatan yang menimbulkan kerumunan agar di lakukan secara virtual.
Seperti di ketahui bersama jika lonjakan penyebaran virus covid 19 di wilayah Yogyakarta termasuk tinggi, hal tersebut berimbas ke penundaan sistim belajar tatap muka, apalagi Presiden Jokowi telah menetapkan PPKM Darurat untuk wilayah Jawa dan Bali berlaku mulai 3 Juli sampai 20 Juli 2021, sehingga seluruh kegiatan yang menimbulkan kerumunan untuk di tiadakan dulu.
(Redaksi)

Ikuti Kami di Google News klik https://news.google.com/publications/CAAqBwgKMPvkpwwwje21BA?hl=en-ID&gl=ID&ceid=ID%3Aen