BeritaPolitik

Kekerasan Oknum Brimob Berujung Maut, Komisi X DPR Minta Penindakan Tegas

×

Kekerasan Oknum Brimob Berujung Maut, Komisi X DPR Minta Penindakan Tegas

Sebarkan artikel ini
Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian.

Jakarta,SuaraMetropolitan – Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, mengecam keras tindakan kekerasan yang dilakukan oknum anggota Brimob Polri hingga menyebabkan seorang siswa di Kota Tual meninggal dunia. Ia menilai peristiwa tersebut sebagai tragedi kemanusiaan dan tamparan serius bagi upaya negara dalam melindungi anak serta menjamin rasa aman bagi pelajar.

“Kekerasan oleh aparat terhadap warga sipil, terlebih terhadap anak yang masih berstatus pelajar, tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun,” tegasnya melalui rilis, Senin (23/2/2026).

Menurut Hetifah, sekolah dan ruang publik harus menjadi ruang aman bagi anak untuk tumbuh dan belajar. Ia menilai tindakan represif yang berujung pada hilangnya nyawa tidak hanya mencederai rasa keadilan, tetapi juga berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap institusi negara.

Baca juga: Komisi III Desak Penegakan Maksimal UU Perlindungan Anak Atas Kematian NS Diduga Dianiaya Ibu Tiri

“Tindakan represif yang berujung pada hilangnya nyawa tidak hanya mencederai rasa keadilan, tetapi juga merusak kepercayaan publik terhadap institusi negara,” katanya.

Legislator Fraksi Partai Golkar itu meminta proses hukum dilakukan secara transparan, objektif, dan tegas, baik melalui mekanisme pidana maupun penegakan kode etik.

Baca juga: Patroli Asmara Subuh, 43 Motor Knalpot Brong dan 62 Remaja Diamankan Polisi

“Tidak boleh ada impunitas atas pelanggaran yang mengakibatkan kematian. Dalam kerangka hukum pidana nasional, perbuatan penganiayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa memiliki konsekuensi serius dan harus ditegakkan tanpa kompromi,” jelasnya.

Ia juga mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap pembinaan, pengawasan, dan standar operasional penggunaan kekuatan oleh aparat, khususnya dalam interaksi dengan masyarakat sipil dan anak-anak.

Di akhir pernyataannya, Hetifah menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban serta meminta seluruh pihak terkait mengawal penanganan kasus ini hingga tuntas, demi tegaknya keadilan dan perlindungan bagi pelajar Indonesia. (*)

Tinggalkan Balasan

error: Maaf ya, kalau beritanya bagus di share saja.