Berita Daerah

Polsri Dampingi UMKM Kuliner Palembang Go Digital, Menu QR Code Pangkas Waktu Layanan 20 Persen

×

Polsri Dampingi UMKM Kuliner Palembang Go Digital, Menu QR Code Pangkas Waktu Layanan 20 Persen

Sebarkan artikel ini
Program Pengabdian kepada Masyarakat, tim Dosen Polsri menggelar pelatihan dan pendampingan perancangan katalog buku menu digital di Bakso Mandja Cabang OPI.

Palembang,SuaraMetropolitan – Komitmen mendorong transformasi digital bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kuliner terus dilakukan Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri). Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat, tim dosen Polsri menggelar pelatihan dan pendampingan perancangan katalog buku menu digital di Bakso Mandja Cabang OPI, pada Rabu (29/7)2026) Lalu.

Kegiatan yang dilaksanakan langsung di lokasi usaha tersebut menawarkan solusi sederhana namun efektif melalui pemanfaatan aplikasi Canva dan Google Drive sebagai media penyusunan serta penyimpanan katalog menu digital.

Ketua Tim Pelaksana, Haris Wilianto, S.H., M.H., mengatakan bahwa program ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan mitra usaha dalam menyajikan informasi produk secara lebih profesional, sistematis, dan mudah diakses oleh konsumen.

“Mitra kami, Bakso Mandja, selama ini belum memiliki buku menu yang lengkap dan menarik. Informasi menu juga tersebar di berbagai platform tanpa sinkronisasi, sehingga konsumen kesulitan mendapatkan informasi akurat dan waktu pelayanan menjadi lebih lama,” ujar Haris Wilianto, melalui keterangan tertulis nya kepada SuaraMetropolitan Kamis (6/8/2026).

Program pengabdian tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil penelitian mahasiswa Jurusan Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Sriwijaya, Tiara Nan Dita, yang mengembangkan desain katalog buku menu berbasis Canva. Penelitian itu dibimbing oleh Dr. Marieska Lupikawaty, S.E., M.M. sebagai pembimbing pertama dan Haris Wilianto, S.H., M.H. sebagai pembimbing kedua.

Baca juga: Unsri dan Jasa Raharja Teken MoU, Perkuat Edukasi dan Riset Keselamatan Jalan Raya

Dalam pelaksanaannya, tim juga melibatkan Afrizawati, M., S.E., M.Si. yang bertugas mengevaluasi dampak komunikasi pemasaran dari penerapan katalog digital tersebut.

Pelatihan yang diberikan meliputi tiga aspek utama. Pertama, penyusunan katalog buku menu cetak menggunakan Canva selama dua hari sehingga pemilik dan staf mampu mendesain media informasi produk secara mandiri.

Kedua, pendampingan pembuatan arsip digital terpusat melalui Google Drive. Langkah ini menjadi solusi atas pengelolaan data yang sebelumnya tersebar di berbagai tempat, sehingga seluruh aset digital seperti foto produk dan daftar harga dapat tersimpan secara rapi dan diakses dari jarak jauh.

Ketiga, penerapan kode QR sebagai sarana akses menu digital. Dengan sistem ini, pelanggan cukup memindai QR code yang ditempatkan di setiap meja dan area kasir untuk langsung membuka katalog digital yang tersimpan di Google Drive.

Baca juga: BUMD Pemprov Sumsel Tersandung Pajak, Pengawasan atau Pembiaran?

Anggota tim, Dr. Marieska Lupikawaty, menegaskan bahwa hasil penelitian mahasiswa vokasi seharusnya dapat memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha.

“Laporan akhir mahasiswa vokasi sebaiknya memberikan layanan berupa jasa/produk yang dapat dimanfaatkan oleh mitra usaha penelitian, salah satunya adalah hasil perancangan desain katalog buku menu digital yang memberikan solusi nyata bagi Bakso Mandja. Kegiatan pengabdian ini memberikan pelatihan dan pendampingan kepada mitra usaha bahwa pendekatan partisipatif diterapkan agar mitra tidak sekadar menerima produk jadi. Kami libatkan pemilik dan staf secara aktif di setiap tahap. Hal ini penting agar kelak mereka mampu memperbarui sendiri desain katalog jika ada penambahan menu baru,” jelasnya.

Hasil pendampingan menunjukkan dampak yang cukup signifikan. Kedua peserta pelatihan berhasil mengoperasikan Canva secara mandiri dan menghasilkan katalog profesional sebanyak enam halaman yang mencakup sampul depan hingga menu minuman dengan identitas visual khas Bakso Mandja.

Selain itu, seluruh sembilan kode QR yang dipasang berfungsi dengan baik dan terhubung langsung ke katalog digital. Efisiensi pelayanan juga mengalami peningkatan, di mana berdasarkan pengukuran terhadap 20 transaksi, durasi tanya-jawab mengenai menu berkurang dari rata-rata 2–3 menit menjadi kurang dari 2 menit per transaksi atau setara dengan penurunan minimal 20 persen.

Program pengabdian ini didanai oleh Politeknik Negeri Sriwijaya melalui skema Pengabdian Kerjasama Dosen Mahasiswa (Kerdosma) Tahun Anggaran 2026. Melalui program tersebut, Bakso Mandja Cabang OPI diharapkan dapat menjadi contoh bagi UMKM kuliner lainnya di Palembang dalam memanfaatkan teknologi digital secara sederhana namun efektif untuk mendukung transformasi usaha. (*)

Tinggalkan Balasan

error: Maaf ya, kalau beritanya bagus di share saja.