Berita Daerah

Wujud Bela Negara Non-Militer, PGRI Sum-Sel Gelar Aksi Bagikan Bendera Merah Putih

×

Wujud Bela Negara Non-Militer, PGRI Sum-Sel Gelar Aksi Bagikan Bendera Merah Putih

Sebarkan artikel ini
Ketua Umum dan Sekretaris Umum PGRI Sumsel sedang membagikan bendera merah putih kepada Masyarakat sekitar.

Palembang,SuaraMetropolitan – Pengurus Daerah Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sumatera Selatan (Sumsel) melaksanakan aksi simpatik dengan membagikan bendera merah putih kepada masyarakat di depan Hotel Beston, Palembang, Rabu (12/8/2026). Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari wujud partisipasi dan kepedulian PGRI Sumatera Selatan dalam memupuk rasa nasionalisme masyarakat. Pembagian bendera ini menyasar para pengendara dan warga yang melintas di kawasan tersebut, sekaligus menjadi bentuk kontribusi organisasi pendidik dalam menyemarakkan bulan kemerdekaan.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua Umum PGRI Sumsel, Drs. H. Riza Fahlevi, M.M., menjelaskan bahwa aksi ini tidak sekadar perayaan seremonial, melainkan sebuah medium refleksi agar masyarakat terus mengingat sejarah kemerdekaan.

“Dalam rangka menyambut HUT RI ke-81, PGRI Sumsel berpartisipasi dengan membagikan bendera merah putih kepada masyarakat dengan mengingat kembali, jangan sampai masyarakat lupa dengan perjuangan dari para pejuang kita yang sudah susah payah memerdekakan negara Republik Indonesia,” ujar Riza Fahlevi.

Lebih lanjut, Sekretaris Umum PGRI Sumsel sekaligus penggagas Kurikulum Bela Negara Non-Militer, Prof. Wijaya, M.Si., memaparkan bahwa aksi pembagian bendera ini berangkat dari landasan edukasi kebangsaan. Pendekatan ini merupakan wujud nyata penerapan nilai-nilai cinta tanah air.

“Kegiatan ini merupakan aktualisasi dari konsep bela negara non-militer dari pengurus daerah PGRI Sum-Sel. Kami siap mewariskan kepada generasi selanjutnya bagaimana semangat revolusi 1945, bagaimana mencintai negara, bagaimana menjaga integrasi bangsa, serta bagaimana kita bisa mendukung setiap program pemerintah yang berproses ini,” tegas Prof. Wijaya.

Melalui kegiatan ini, PGRI Sumsel berharap peran guru tidak hanya dirasakan secara akademis, tetapi juga menjadi ujung tombak di tengah masyarakat sebagai pendamping jiwa nasionalisme. Dengan demikian, semangat menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dapat terus terbangun secara preventif dan berkelanjutan di lintas generasi.

Tinggalkan Balasan

error: Maaf ya, kalau beritanya bagus di share saja.