Pangkalan Balai,SuaraMetropolitan – Peredaran narkoba di Kabupaten Banyuasin menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Pasalnya, suplai narkoba tidak hanya masuk melalui jalur darat, tetapi juga melalui jalur perairan.
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Banyuasin sekaligus Ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Banyuasin, Ir. Netta Indian, SP., MM., saat menghadiri kegiatan sosialisasi dan penyuluhan bahaya penyalahgunaan narkoba di Aula Kantor Desa Pangkalan Panji, Kecamatan Banyuasin III, Selasa (27/10/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan BNK Banyuasin ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba, khususnya dalam melindungi generasi muda dari ancaman yang dapat merusak masa depan dan menghambat prestasi.
Dalam kegiatan tersebut, kaum ibu turut dilibatkan karena memiliki peran penting dalam memberikan nasihat dan pengawasan kepada anak maupun suami agar terhindar dari penyalahgunaan narkoba.
Baca juga: Pajak Belum Lunas, Universitas dan Sekolah IGM Catat Tunggakan Rp2,33 Miliar
Netta mengatakan, peredaran narkoba telah menjadi persoalan yang perlu diwaspadai bersama, mengingat penyebarannya sudah menjangkau sejumlah wilayah di Kabupaten Banyuasin.
Menurutnya, upaya pemberantasan narkoba membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, tidak hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Keluarga, sekolah, pemerintah, dan lingkungan pergaulan juga memiliki peran penting dalam mencegah penyalahgunaan serta mempersempit ruang peredaran narkoba.
“Pemerintah Kabupaten Banyuasin bersama jajaran pihak kepolisian berkomitmen dalam proses penegakan hukum karena kita semua sudah tahu bahwa narkoba ini dapat menghancurkan generasi penerus bangsa dan sangat sulit untuk menyembuhkan agar pulih kalau sudah kecanduan berat. Peredaran narkoba di Kabupaten Banyuasin sudah sangat meresahkan karena suplay narkoba tidak hanya masuk dari darat saja melainkan juga lewat jalur perairan, untuk itu kami mengajak seluruh masyarakat untuk memberantas peredaran narkoba di Kabupaten Banyuasin dengan cara jangan pernah menggunakan narkoba,” ungkapnya.
Selain menekankan pentingnya pemberantasan peredaran narkoba, Netta juga mengingatkan generasi muda agar berani menolak segala bentuk ajakan untuk menggunakan barang terlarang tersebut.
Baca juga: Pengeroyokan Jurnalis Belum Tuntas, Koalisi Pers Sumsel Tuntut Kapolda Dicopot
Ia mengimbau para pelajar agar tidak mempertaruhkan masa depan hanya karena rasa ingin tahu, tekanan pergaulan, ataupun bujuk rayu pihak yang tidak bertanggung jawab.
Kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar juga menjadi hal penting. Masyarakat diharapkan mampu mengenali indikasi penyalahgunaan maupun peredaran narkoba dan segera melaporkannya kepada pihak berwenang apabila menemukan hal yang mencurigakan.
“Melalui kegiatan yang diinisiasi BNK Kabupaten Banyuasin ini, diharapkan kesadaran masyarakat serta pelajar semakin meningkat dan terbentuk lingkungan pendidikan yang aman, sehat serta bebas dari penyalahgunaan narkoba. Untuk itu, perang melawan narkoba harus dimulai dari kesadaran diri, diperkuat oleh keluarga dan sekolah, serta didukung oleh seluruh masyarakat. Sehingga apabila ada tetangga mencurigakan segera laporkan ke perangkat desa,” harapnya.
Melalui sosialisasi dan penyuluhan tersebut, BNK Banyuasin berharap pemahaman masyarakat mengenai bahaya narkoba semakin meningkat. Sinergi antara pemerintah, keluarga, sekolah, dan masyarakat juga diharapkan semakin kuat dalam membangun lingkungan yang aman dan melindungi generasi muda dari penyalahgunaan narkoba.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten I Aminuddin, S.Pd., S.IP., MM.; Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika yang diwakili Kabid IKP Titin Yariyanti, S.Pd., M.Si.; narasumber IPDA Kemas Moh Isnaini, SH., M.Si.; Camat Banyuasin III Santo, S.Sos., M.Si.; Camat Talang Kelapa sekaligus Sekretaris BNK Banyuasin Salinan, S.Sos., MM.; Kepala Desa Pangkalan Panji Amir Syamsir; para kepala desa se-Kecamatan Banyuasin III; serta para peserta sosialisasi dan penyuluhan bahaya narkoba.






