Berita Daerah

Pencurian Kontaktor dan Kabel Jadi Momok PJU di Palembang

×

Pencurian Kontaktor dan Kabel Jadi Momok PJU di Palembang

Sebarkan artikel ini
Petugas melakukan pengecekan lampu jalan.

Palembang,SuaraMetropolitan – Pencurian Kontaktor dan kabel penerangan jalan umum (PJU) menjadi salah satu kendala yang dihadapi Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang dalam menjaga fungsi penerangan jalan. Bahkan, komponen lampu jalan yang baru dipasang terkadang sudah hilang keesokan harinya.

Kepala UPTD PJU Kota Palembang, Hermansyah, mengungkapkan, pencurian tersebut kerap terjadi di sejumlah wilayah. Kondisi ini membuat petugas harus berulang kali melakukan perbaikan, sementara komponen yang baru dipasang kembali menjadi sasaran pencurian.

“Masalah keamanan ini sering terjadi. Baru masang malam ini, besok sudah hilang. Kami juga bingung, kadang di luar nalar kami,” ujar Hermansyah.

Ia menjelaskan, persoalan tersebut juga menjadi perhatian Wali Kota Palembang ketika mendapati lampu jalan yang baru dipasang kembali tidak berfungsi. Setelah dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan Kontaktor lampu telah hilang.

“Pak Wali nanya kenapa mati lagi lampu yang baru dipasang saat dicek ternyata hilang kontaktornya berarti sudah diincar, berarti ketika kami pulang mereka langsung ambil itulah yang jadi kendala kami,” katanya.

Menurut Hermansyah, penanganan pencurian komponen PJU juga menghadapi kendala dari sisi kewenangan. Dishub tidak memiliki wewenang untuk mencari pelaku secara mandiri apabila pencurian tidak tertangkap langsung oleh petugas.

“Sedangkan kalau tidak tertangkap langsung kami ini kesulitan untuk menangkap pelakunya karena memang kami dari Dinas perhubungan tidak memiliki wewenang untuk mencari pelakunya sendiri,” jelasnya.

Baca juga: Pajak Belum Lunas, Universitas dan Sekolah IGM Catat Tunggakan Rp2,33 Miliar

Di tengah persoalan tersebut, pihaknya menerima sekitar 40 laporan masyarakat setiap hari terkait lampu jalan yang mati. Laporan itu berasal dari berbagai kecamatan di Kota Palembang.

“Untuk saat ini untuk lampu mati setiap hari sekitar 40 laporan masyarakat masuk ke kita terkait lampu jalan yang mati dari berbagai kecamatan di kota Palembang,” ungkap Hermansyah.

Ia mengatakan, wilayah yang kerap mengalami kehilangan konektor lampu jalan di antaranya kawasan Kebun Sayur, Jalan Soekarno-Hatta, dan Gandus. Lokasi tersebut dinilai rawan karena relatif sepi dan cukup jauh.

“Untuk wilayah yang paling sering hilang, hilang kabel kontaktor itu Kebun sayur, Sukarno Hatta, dan Gandus, kawasan cukup sepi dan jauh,” ujarnya.

Hermansyah menambahkan, pencurian di kawasan perkotaan lebih sering menyasar kontaktor lampu, sedangkan kabel juga menjadi sasaran di lokasi tertentu.

Ia menjelaskan, kabel PJU pada dasarnya dipasang di bawah tanah. Namun, masyarakat terkadang melihat kabel melintang di jalan karena telah ditarik oleh pelaku pencurian.

“Kalau sering lihat dijalan ada kabel yang melintang itu ditarik oleh pencuri sebenarnya kabel nya dalam tanah,” katanya.

Baca juga: Pengeroyokan Jurnalis Belum Tuntas, Koalisi Pers Sumsel Tuntut Kapolda Dicopot

Menurutnya, pelaku menyasar kabel yang masih digunakan, meskipun terdapat kabel lain yang sudah rusak. Pencurian kabel tersebut juga berisiko karena kabel yang masih aktif dapat dialiri listrik.

“Itulah kabel dibawah tanah, ada kabel yang sudah rusak nah mereka nih maling kabel yang masih dipakai, kalau maling siang tidak ada arus listrik tapi kalau malam ada arus listrik. Tapi kalau dia mau maling di matikannya dulu baru narik kabelnya,” ungkapnya.

Upaya pengamanan sebenarnya telah dilakukan dengan memasang gembok pada setiap kotak panel atau box PJU. Namun, pengamanan tersebut belum sepenuhnya mencegah pencurian karena pelaku masih bisa merusak gembok yang terpasang.

“Padahal setiap Box itu rata-rata sudah di gembok, bahkan ada gembok yang ukuran cukup besar tapi masih dipotongnya juga,” tutur Hermansyah.

Meski demikian, ia menjelaskan bahwa lampu jalan yang mati tidak selalu disebabkan oleh pencurian kabel atau kontaktor. Gangguan juga dapat terjadi ketika pemutus arus listrik atau MCB turun, terutama saat hujan.

Dalam kondisi tersebut, penanganan relatif mudah karena petugas cukup menaikkan kembali MCB setelah memastikan kondisi instalasi aman.

Hermansyah menambahkan, pihaknya tidak selalu mengetahui secara langsung ketika lampu jalan mengalami gangguan. Informasi biasanya diperoleh melalui laporan masyarakat maupun patroli rutin petugas di lapangan.

“Tapi kami juga tidak tahu kalau kondisi lampu itu mati tapi anggota kami rutin Patroli atau laporan masyarakat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

error: Maaf ya, kalau beritanya bagus di share saja.