Palembang,SuaraMetropolitan – Akurasi data Desil menjadi salah satu perhatian anggota DPRD Kota Palembang dalam pelaksanaan reses masa persidangan III tahun 2026 Daerah Pemilihan (Dapil) IV yang meliputi Kecamatan Sako, Kalidoni dan Sematang Borang.
Persoalan tersebut mencuat saat anggota DPRD menyerap berbagai aspirasi masyarakat dalam rangkaian reses yang berlangsung selama tiga hari, mulai 31 Agustus hingga 2 September 2026.
Anggota DPRD Kota Palembang dari Fraksi PDI Perjuangan, Duta Wijaya Sakti, mengatakan persoalan data Desil tidak hanya terjadi di Kota Palembang, tetapi juga menjadi persoalan di berbagai daerah di Indonesia.
Menurutnya, proses pendataan harus dilakukan secara cermat dengan memastikan kondisi masyarakat di lapangan. BPS diharapkan tidak hanya mengandalkan laporan yang diterima di atas kertas dalam menentukan kategori Desil masyarakat.
Baca juga: Reses Dapil IV Palembang, Zulfikar Dorong Pembenahan Sarpras dan Pemerataan Pendidikan
“Masalah Desil ini bukan terjadi di Palembang saja tapi seluruh Indonesia. Kami mengharapkan agar BPS ini benar-benar turun ke lapangan jangan hanya di atas kertas saja menerima laporan saja untuk menentukan Desil inikan ada 10 indikator jadi dicek secara teliti dan dikaji agar tidak melenceng,” kata Duta.
Ia menegaskan, 10 indikator yang menjadi dasar dalam penentuan Desil perlu diperiksa dan dikaji secara teliti. Hal ini penting agar data yang dihasilkan tidak melenceng dari kondisi sebenarnya dan dapat menjadi dasar yang tepat dalam penyaluran berbagai program pemerintah.
Selain persoalan data Desil, Duta turut menyoroti sejumlah persoalan pendidikan dan kesehatan yang disampaikan dalam reses. Salah satunya terkait daya tampung sekolah pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
“Kita berharap agar kedepannya pada saat SPMB penerimaan siswa baru agar diperbolehkan daya tampung menjadi prioritas,” jelasnya.
Baca juga: Sekolah Jangan Cuma Kejar Fasilitas, DPRD Palembang Tekankan Kualitas Pengajaran
Di bidang kesehatan, Duta juga menyoroti kondisi cuaca yang dinilai kurang baik dan dampaknya terhadap kesehatan anak. Ia menyebut sudah banyak anak yang terkena Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
“Terkait dengan kesehatan saat ini kondisi cuaca sedang tidak baik-baik saja agar kami meminta agar sekolah segera diliburkan dulu karena sudah banyak anak-anak terkena ISPA tapi ini kembali pada kebijakan Kepala Daerah kami dari DPRD hanya bisa memberikan rekomendasi saja kalau kepala daerah setuju kalau tidak itu kewenangan mereka sendiri,” ujarnya.
Sementara terkait persoalan stunting, Duta menyebut terdapat enam anak yang menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut. Ia mengatakan penanganan stunting merupakan tanggung jawab bersama, terutama melalui perbaikan pola hidup, lingkungan dan pemenuhan asupan gizi.
“Masalah anak Stunting tadi ada 6 anak Stunting dan itu merupakan tanggungjawab bersama insyaallah 6 anak ini sudah teratasi, jadi untuk mengatasi anak Stunting ini memperbaiki pola hidupnya, Lingkungan dan asupan gizi yang paling penting,” pungkasnya.
Reses Dapil IV masa persidangan III tahun 2026 tersebut dihadiri oleh, Ketua Dapil IV Ruspanda Karibullah, Wakil Ketua Sintia Rahutami, Sekretaris Feby Anggi Pratama, serta anggota Zulfikar Muharrami, Diana, Patra Wibowo, Agung Bahari.






