Palembang,SuaraMetropolitan – Dugaan pengeroyokan terhadap seorang dokter koas Puskesmas Dempo saat kegiatan Car Free Night (CFN) di Jalan Kolonel Atmo, Palembang, Sabtu 25 April lalu, mendapat klarifikasi dari pihak Dinas Pariwisata Kota Palembang. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, peristiwa tersebut disebut bukan pengeroyokan, melainkan perkelahian yang dipicu kesalahpahaman.
Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Palembang, M. Irman, menjelaskan bahwa dirinya tidak berada di lokasi saat insiden terjadi, namun langsung melakukan pengecekan setelah mendapatkan informasi.
“Saya memang pada hari Sabtu itu ada di CFN, saat kejadian saya tidak di tempat. Kalau saya ada pasti langsung saya lerai. Tapi saya langsung ke lokasi, saat itu jukir sudah diamankan ke Polsek. Saya tanyakan siapa korbannya, ternyata dokter koas di Puskesmas Dempo,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, berdasarkan keterangan saksi di lapangan, kejadian bermula saat petugas melakukan penertiban kendaraan menjelang penutupan jalan untuk kegiatan CFN.
Baca juga: Insiden CFN Palembang: Dokter Puskesmas Dempo Diduga Dikeroyok Lima Juru Parkir
“Saya panggil RT dan saya tanyai, katanya saat CFN akan dimulai seluruh kendaraan diminta dipindahkan karena jalan Kolonel Atmo akan ditutup. Menurut informasi para saksi, dokter tersebut sudah diberi tahu, tapi tidak terima dan berbicara kasar hingga merendahkan jukir, sehingga terjadilah perkelahian,” ungkapnya kepada SuaraMetropolitan , Senin (27/4/2026) malam.
Irman juga menegaskan bahwa tidak ditemukan adanya unsur pengeroyokan dalam peristiwa tersebut.
“Saya tanya kenapa main keroyok, mereka jawab tidak ada pengeroyokan. Mereka juga langsung dilepaskan oleh pihak berwenang karena memang tidak terbukti adanya indikasi pengeroyokan. Artinya memang tidak ada pengeroyokan,” tegasnya.
Keterangan serupa disampaikan Isma Linda yang menyebut bahwa insiden tersebut merupakan perkelahian yang terjadi saat proses sterilisasi jalan menjelang pelaksanaan CFN.
Baca juga: Heboh Tarif Parkir CFN, Dishub Palembang Ungkap Fakta di Balik Video Viral
“Memang tidak ada pengeroyokan, tapi perkelahian menjelang penutupan Jalan Kolonel Atmo untuk persiapan CFN. Sekitar pukul 16.00 WIB, panitia melakukan sosialisasi karena pukul 17.00 WIB jalan akan ditutup,” ujarnya saat di temui, Selasa (28/4/2026).
Ia menjelaskan, permasalahan muncul saat dokter koas tersebut tidak terima ketika diminta memindahkan kendaraannya.
“Menurut jukir sempat terjadi perdebatan, bahkan dokter tersebut menghina dan merendahkan jukir lalu pergi. Salah satu jukir kemudian mendekati dokter dengan maksud memberi penjelasan, tapi justru kembali terjadi adu mulut hingga akhirnya dan terjadilah perkelahian. Itu tidak ada pengeroyokan sama sekali,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa dokter tersebut melaporkan kejadian itu ke Polsek Ilir Timur I. Pihak kepolisian sempat mengamankan lima jukir untuk dimintai keterangan.
“Setelah diperiksa, Alhamdulillah mereka dilepaskan pada malam itu juga,” pungkasnya.








