Palembang,SuaraMetropolitan – Wali Kota Palembang Ratu Dewa memimpin langsung Rapat Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Rumah Dinas Wali Kota, Selasa (21/4/2026) pagi.
Rapat tersebut dihadiri pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta seluruh camat di lingkungan Pemerintah Kota Palembang, dalam rangka memperkuat koordinasi dan langkah antisipasi menghadapi cuaca ekstrem.
Dalam arahannya, Ratu Dewa menekankan pentingnya kesiapan seluruh OPD, khususnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran, serta para camat, untuk memastikan personel dan sarana prasarana dalam kondisi siap siaga menghadapi musim pancaroba.
Ia menegaskan, Pemkot Palembang harus bergerak cepat dan tidak boleh lengah dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem, baik hujan lebat yang berpotensi banjir maupun kemarau panjang yang dapat memicu kebakaran lahan.
Baca juga: Di Usia 83 Tahun, Musi Rawas Didorong Perkuat Data dan Tekan Kemiskinan
“Nanti kita akan membagi beberapa tugas OPD, terkait antisipasi kita menghadapi musim pancaroba,” jelas Ratu Dewa.
Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pada akhir April 2026 cuaca di Kota Palembang masih didominasi hujan dengan pola empat hari hujan dan tiga hari panas dalam satu minggu.
Menindaklanjuti hal tersebut, Ratu Dewa meminta Dinas PUPR dan Dinas Lingkungan Hidup segera melakukan pemetaan wilayah yang berpotensi rawan banjir dan kebakaran.
“Saya minta kepada Dinas PUPR dan Dinas Lingkungan Hidup agar melakukan pemetaan titik rawan banjir dan juga rawan kebakaran,” tegasnya.
Baca juga: Pemkot Utamakan Ketertiban, Izin Rumah Ibadah Tzu Chi Dikaji Lintas Sektor
Selain itu, ia juga berencana membentuk satuan tugas gabungan penanggulangan bencana. Dinas Kesehatan diminta menyiapkan sarana kesehatan, seperti pembagian masker saat terjadi kemarau ekstrem, serta menyiapkan posko kesehatan dan layanan medis mobile.
Dinas Sosial turut diminta melakukan pendataan wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan air bersih. Sementara Dinas Kominfo diharapkan aktif menyebarluaskan imbauan terkait cuaca ekstrem dan penghematan air melalui media informasi publik, serta tetap berkoordinasi dengan BMKG untuk memastikan keakuratan data.
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) juga dilibatkan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, melalui pemasangan spanduk peringatan waspada cuaca ekstrem, larangan membakar lahan, serta imbauan agar tidak membuang puntung rokok sembarangan.
Para camat pun diminta terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan terkait pelaksanaan fogging serta memberikan edukasi kepada RT, RW, dan tokoh masyarakat.
Ratu Dewa menegaskan bahwa penanganan cuaca ekstrem harus dilakukan secara kolaboratif oleh seluruh OPD, tidak hanya bertumpu pada satu atau dua instansi saja.
“Intinya, kita tidak ingin hanya menonjolkan 1 atau 2 OPD terkait saja, semuanya harus berperan aktif,” tegas Ratu Dewa. (*)







