Connect with us

Umum

Prodi Tasawuf dan Psikoterapi UIN Raden Fatah Palembang Lengkapi Laboratorium dengan Alat Pengukur Stress

Published

on

Spread the love

SuaraMetropolitan.com, Palembang – Setelah memiliki peralatan – peralatan terapi fisik dan jiwa Prodi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Raden Fatah Palembang melalui Lembaga yang didirikan kembali melengkapi diri dengan alat pengukur tingkat stress.

Alat ukur stress ini memiliki fungsi menganalisis kesehatan mental secara ilmiah berupa analisa tingkat stress seseorang baik stress kejiwaan maupun tingkat stress fisik.

Ketika ditanya apa relevansinya alat ukur stress dengan Prodi Tasawuf dan Psikoterapi Direktur Lembaga Pelatihan Keterampilan dan Pengembangan Tasawuf dan Psikoterapi yang juga Ka.Prodi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Raden Fatah DR. HR. Wijaya, M.Si,Ph.D menjelaskan.

Dalam target capaian alumni ditegaskan peserta didik(alumni) diharapkan memiliki integrasi ke ilmuan Alamiah,ilmiah dan illahiah. Sehingga untuk meningkatkan profesionalisme alumni perlu dilengkapi peralatan yang canggih ini.

“Peralatan ini dapat mendeteksi tingkat Stress baik fisik maupun mental dari seseorang client. Pada akhirnya hasil dari diagnosis alat pengukur stres ini dapat dijadikan tolak ukur metode terapi yang akan dilakukan,” paparnya.

Lebih lanjut Ia menjelaskan bahwa alat sebut juga dapat dijadikan untuk analisis dalam penelitian dan pengembangan ke ilmuwan Tasawuf dan Psikoterapi, yang pada akhirnya mahasiswa kami memiliki kemampuan Personal, kemampuan akademikal dan kemampuan Profesional dan mampu melakukan terapi secara fisik, mental dan kejiwaan.

“Sudah ada rancangan ke depannya agar bisa diterima untuk umum. Kami dengan memanfaatkan SDM alumni akan buka rumah – rumah sehat disetiap Desa dan Kelurahan di wilayah Provinsi Sumatera Selatan dan sekitarnya. Untuk tahap awal kami akan dirikan 3 buah rumah sehat dahulu di Kota Palembang. Diantara yang pertama di jalan Perintis Kemerdekaan yang ke dua di jalan Pendawa dan yang ke tiga di jalan Haji Assh’ari Kalidoni. Supaya lebih fleksibel kami akan lakukan di bawah naungan Lembaga Pelatihan Keterampilan dan Pengembangan Tasawuf dan Psikoterapi,” tambahnya.

Dalam pengamatan redaksi rencana pembukaan 3 rumah sehat ini merupakan realisasi dari statement Rektor UIN Raden Fatah Palembang Prof. M.Sirozi,Ph.D, disa’at peresmian Laboratorium Tasawuf dan Psikoterapi 21 September 2019 (Suara Metropolitan) yang lalu dimana dinyatakan bahwa hal ini adalah Pertama di Indonesia karena ini bisa dijadikan model terintegrasinya sebuah ilmu Kesehatan yang bersifat konvensional dan tradisional. Ini juga pencerminan dari integrasi Ilmu dan penyembuhan Holistik.
Anda lihat lanjut Sirozi, di dalam laboratorium ini dimana kesehatan manusia atau kesehatan kita bisa diterapi dengan metode terapi fisik, terapi mental dan terapi kejiwaan. Kedepan akan kembangkan lagi menjadi sebuah Klinik dan klinik itu akan kita sebarkan ke Seluruh wilayah Provinsi Sumatera Selatan bekerja sama dengan Pemeritah Daerah baik Provinsi maupun Kota atau kabupatennya.(red)

“Rumah sehat yang kami dirikan nanti akan menjadi percontohan bagi alumni Prodi Tasawuf dan Psikoterapi.
Para alumni Prodi ini akan kami dorong untuk berusaha mandiri sekaligus mendukung program Pemerintah dalam Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) jadi mereka bukan pencari kerja tetapi sebagai pencipta lapangan kerja,” Tegas Wijaya mengakhiri pembicaraan.

(Red/ Supadi)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Budaya

Danang: Ditutupnya Kalahari Resto Pegawai Akan Jadi Relawan Bantu Tim Medis

Published

on

Spread the love

Gunungkidul, Suarametropolitan.com — Lonjakan penularan Covid-19 kian meningkat. Korban jiwa berjatuhan dimana-mana, rumah sakit mengaku kekurangan tenaga medis, oksigen dan ruang ICU. Kondisi seperti ini sangat mengetuk bagi siapa saja untuk peduli terhadap keselamatan bersama.

Situasi wilayah Gunungkidul yang demikian, kepedulian pihak Kalahari Resto and Cafe yang merupakan sebuah perusahaan kuliner di Kecamatan Wonosari, akan meliburkan tempat usahanya. Tidak hanya itu, sebagai bentuk lain support terhadap upaya pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19, sejumlah pegawai Kalahari dengan sadar rela menjadi relawan.

Menurut owner yakni Danang Ardianta, bawasanya keputusan meliburkan restoran dan cafe yang tengah naik daun dengan konsep nuansa Bali-Jawa ini bukan tanpa alasan kuat. Hal tersebut dilakukan karena kondisi penyebaran covid-19, yang sangat massive di Gunungkidul.

Sifatnya penutupan sementara tempat usaha ini, sebagai bentuk keprihatinan kami di dunia kesehatan dan mengedukasi kepada masyarakat akan pentingnya kesehatan, menjaga keselamatan diri, keluarga dan kerabat agar tidak terpapar Virus yang berbahaya atau Covid-19,ini.

“Melindungi keluarga saya dan seluruh pegawai Kalahari juga lingkungan sekitar,” kata Danang Ardianta, pemilik Resto Kalahari, Rabu (30/06/2021).

Lebih lanjut Danang mengatakan bahwa penutupan dilakukan mulai Tanggal 1 Juli sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

“Ini adalah inisiatif sendiri berdasarkan kesadaran, bukan karena salah satu dari pihak Kalahari ada yang terpapar covid atau paksaan dari pihak manapun,” jelasnya.

Pihaknya juga meminta maaf kepada pelanggan yang sudah reservasi tempat, dengan sangat terpaksa membatalkannya.

“Kami hanya melayani pembelian makan minum dengan reservasi online ke nomor WA 081325257474,” terangnya.

Harapan Danang (Owner Kafe), berawal dari gerakan ini, seluruh masyarakat memiliki kesadaran yang sama, menjunjung tinggi himbauan pemerintah dan membantu dalam upaya menghentikan penyebaran covid-19 untuk senantiasa menerapkan PROKES dimanapun berada.

(Reporter).

Continue Reading

Nasional

Gunungkidul: Gantung Diri Belum Ada Solusi, Masih Ada Juga Yang Nekat

Published

on

Spread the love

 

Gunungkidul, (26/05/2021), Suarametropolitan.com, — Terjerjadi orang meninggal dengan cara gantung diri, identitas korban bernama Suprapto, Gunungkidul, 09 Juli 1960, Kasihan, Balong, Girisubo, Gunungkidul, DIY.

Sekira pukul 06.30, Tukiyah kerumah korban untuk mengantar sarapan. Sewaktu akan membuka pintu depan ternyata masih terkunci sehingga saksi lewat pintu belakang, sesampai didalam rumah Tukiyah terkejut melihat korban sudah tergantung diruang tengah. Melihat hal tersebut kemudian memanggil tetangga lainya mengabarkan bahwa korban meninggal gantung diri lalu melaporkan kepihak kepolisian setempat.

Setelah polisi menerima laporan kemudian langsung mendatangi TKP dan melaksanakan olah TKP, selanjutnya Koordinasi dengan petugas Puskesmas, mengidentitas saksi dan korban lalu melaksanakan visum luar bersama petugas puskesma Girisubo.

“Pada tubuh korban tidak ada tanda tanda bekas penganiayaan atau luka yang tidak wajar, selama hidupnya korban tidak memiliki keluhan penyakit apapun”, terang salah satu petugas kepolisian polsek Girisubo.

Kapolsek Gieisubo, AKP Wasdiyanto menerangkan bahwa peristiwa tersebut di ketahui pertama kali oleh kerabat Suprapto yang pagi itu hendak mengantar makanan. Namun ketika akan masuk rumah, masih mendapatinointu dalam keadaan terkunci.

“Kemudian Tukiyah masuk melalui pintu belakang, dan mendapati Suprapyo sudah dalam keadaan tergantung dengan seutas tali di ruang tengah rumahnya.” jelasnya

Diketahui latar belakang korban ber KTP di padukuhan lain yaitu di dudun Kasihan Kalurahan Balong kemudian korban tinggal sendir di rumah kerabat yang berada di dusun Balong Kalurahan Balong.

Setelah dilaksankan oleh TKP kemudian korban diserahkan kepada keluarga korban, untuk dimakamkan.

(Redaksi)

 

Continue Reading

Peristiwa

Telah Meninggalkan rumah Sularto Warga ngelo rt 02/10 Kemadang Tanjungsari

Published

on

Spread the love

 

Gunungkidul, Suarametropolitan.com – Meninggalkan rumah sekitar Pukul 23:30, dengan mengenakan pakaian batik warna putih, celana adidas, tangan kanan ada bekas jahitan habis operasi.
Atas perintah komandan SAR DIY Distrik GK dari mako pukul 22.00 wib menerjurkan 15 personil dengan 3 armada R4 ditambah 1armada R2.

Personil melakukan assesment dan mengadakan koordinasi dengan keluarga, warga, serta potensi lain kemudian membagi 3 sru yaitu,
SRU 1: 8 personil dibantu warga melakukan penyisiran di sisi kiri titik terakhir di ketahui (perbukitan), SRU 2: 9 personil juga dibantu warga untuk menyisir dari sisi kanan atau titik terakhir di ketahui, (persawahan). SRU 3: 2 personil menyisir atas dasar validasi informasi dari masyarakat atau saksi-saksi yang berhasil dihimpun. (23:00.Wib).

Pukul 01.15 wib Informasi dari SRU 3 yang melakukan validasi dari saksi-saksi menyatakan bahwa jam 8pagi survivor diketahui berjalan di jalan pemukiman di dusun Kelepu Banjarejo desa sebelah mengarah ke arah Kantor kecamatan Tanjungsari jarak _+ 2kilo
Kemudian seluruh SRU ditarik mundur untuk kembali melakukan koordinasi.

Salah satu anggota SAR DIY, Nyanyang membenarkan bahwa memang benar adanya warga yang tengah dalam pencarian karena telah meninggalkan rumah tanpa berpamitan.

“Malam ini kami dan jajaran tim relawan serta warga masyarakat melakukan penyisiran atau pencarian kepada saudara Sularto yang pergi tanpa berpamitan”, Terang Nyanyang.

Dari hasil olah data lapangan dan koordinasi dengan pihak keluarga, warga, pemangku wilayah, dan potensi terlibat maka diputuskan untuk menghentikan pencarian dan mengarahkan pihak keluarga untuk segera melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian setempat.

Personil lengkap kembali ke mako SAR DIY Distrik GK pukul 01.45 wib. Potensi terlibat adalah, SAR DIY, Tagana, Warga dukuh setempat.

(Redaksi)

 

Continue Reading

Berita Terpopuler