Pekalongan,SuaraMetropolitan – Peserta Musyawarah Nasional (Munas) Konsorsium Tasawuf dan Psikoterapi (KOTATERAPI) dari UIN Kediri secara resmi terpilih untuk menduduki posisi strategis, yakni sebagai Sekretaris Umum (Sekum) dan Sekretaris 1 pada periode kepengurusan yang baru.
Keterlibatan sivitas akademika UIN Kediri dalam pucuk pimpinan KOTATERAPI disambut dengan penuh rasa syukur dan antusiasme. Dr. Hafil, yang baru saja terpilih sebagai Sekretaris 1 KOTATERAPI, menyampaikan bahwa hal ini merupakan sebuah pencapaian yang patut diapresiasi oleh seluruh pihak.
“Tentunya merupakan kebanggaan tersendiri bagi Prodi Tasawuf dan Psikoterapi UIN Kediri karena sudah dipercaya untuk terlibat dalam struktur kepengurusan Konsorsium Tasawuf dan Psikoterapi Indonesia sebagai Sekretaris Umum dan Sekretaris Satu. Tentu harapannya nanti kami bisa berkontribusi lebih terhadap kemajuan Prodi Tasawuf dan Psikoterapi ke depan,” ungkap Hafil.
Sejalan dengan hal tersebut, Dr. Hasol selaku Sekretaris Umum (Sekum) KOTATERAPI yang terpilih, menekankan pentingnya integrasi dan penyamaan persepsi antara keilmuan tasawuf dan psikoterapi yang selama ini kerap terpisahkan.
“Karena kami memiliki dua keilmuan yaitu ilmu tasawuf dan psikoterapi, maka ini yang harus disatukan penyamaan persepsinya. Selama ini masih terlihat ada individualisme pada masing-masing keilmuan. Nah, ke depan kita akan melakukan sinergi. Ada juga tugas dari ketua untuk melakukan sertifikasi terhadap mahasiswa sebagai legal standing, agar mahasiswa Tasawuf dan Psikoterapi memiliki kekuatan dan mampu melakukan suatu pengabdian yang lebih luas di masyarakat,” ungkapnya.
Di sisi lain, Prof. Wijaya selaku Ketua Umum KOTATERAPI terpilih, memberikan pandangannya terkait arah gerak organisasi di periode yang baru ini. Menurutnya, kepengurusan saat ini akan banyak belajar dan membenahi kekurangan-kekurangan yang ada pada periode sebelumnya melalui langkah restrukturisasi.
“Dari kepengurusan baru ini, kita berangkat dari kelemahan-kelemahan pada periode pertama. Berdasarkan keputusan Munas, kami memperoleh mandat untuk melakukan proses restrukturisasi dan modernisasi. Kami mengubah struktur dan komposisi yang ada, yang penyusunannya juga berdasar pada arahan dewan pendiri, dewan pembina, saya selaku ketua terpilih, serta Sekretaris Umum terpilih,” papar Prof. Wijaya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa penguatan tata laksana administrasi menjadi hal yang sangat diperlukan KOTATERAPI ke depannya.
“Karena ini perlu penguatan tata laksana administrasi, maka dalam proses restrukturisasi itu perlu didampingi dengan dua Wakil Ketua Bidang dan dua Wakil Sekretaris. Melalui langkah ini, diharapkan penguatan tata kelola administrasi dapat dioptimalkan dari lini sekretariat,” pungkasnya.
Melalui kepengurusan yang baru ini, KOTATERAPI diharapkan mampu bertransformasi menjadi organisasi yang lebih modern, tertata, dan mampu mencetak lulusan tasawuf dan psikoterapi yang legal, kompeten, serta bermanfaat bagi masyarakat.










