Palembang,SuaraMetropolitan – Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menegaskan bahwa persoalan banjir menjadi prioritas utama pemerintah kota setelah menerima berbagai pandangan umum fraksi dalam rapat paripurna DPRD. Senin (06/04/2026).
Ia menyebut, jawaban yang disampaikan kepada fraksi-fraksi sengaja dibuat terukur dan tidak normatif agar masyarakat dapat mengetahui secara jelas capaian serta rencana kerja pemerintah.
“Jawaban ini sengaja dibuat terukur, tidak normatif, supaya masyarakat tahu apa yang sudah dilakukan, apa yang belum, dan apa yang harus kita lakukan ke depan,” ujar Ratu Dewa saat diwawancarai digedung DPRD Kota Palembang.
Menurutnya, hampir seluruh fraksi menyoroti isu-isu krusial, terutama persoalan banjir yang masih menjadi keluhan utama warga. Ia pun mengakui bahwa masalah genangan air merupakan perhatian serius yang harus segera ditangani.
“Semua masukan itu kritis, terutama terkait genangan air. Ini menjadi prioritas utama yang harus segera kita eksekusi,” katanya.
Baca juga: DPRD Palembang Soroti PKL di Bahu Jalan, Parkir Disulap Jadi Lapak Picu Kemacetan
Sebagai tindak lanjut, Wali Kota menggelar rapat khusus pada pukul 14.00 WIB untuk membahas penanganan banjir secara konkret, termasuk mengidentifikasi penyebab utama seperti bangunan di sempadan sungai dan jalan.
“Masalah perizinan Hari ini saya rapat jam 14.00 wib tindak lanjut terhadap persoalan masalah banjir. Ini juga faktor penyebabnya banyak hal seperti kata pimpinan sidang tadi,”ulasnya
Ia juga meminta Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang yang baru dilantik pagi tadi untuk segera turun ke lapangan dan tidak hanya bekerja dari balik meja.
“Saya ingin ada pemetaan konkret. Kepala dinas harus cepat bergerak, konsultasi, dan turun langsung ke lapangan,” tegasnya.
Berdasarkan hasil tinjauan lapangan, terdapat delapan titik banjir yang menjadi perhatian, dengan genangan terdalam berada di kawasan Kasnariansyah serta wilayah Sekip Bendung.
Baca juga: Cuaca Ekstrem Mengancam Sumsel, BMKG Ingatkan Potensi Banjir hingga Longsor Sepekan ke Depan
“Kalau kemarin saya tinjau ada 8 titik banjir yang paling dalam itu adalah di daerah Kasnariansyah kalau di sekip bendung DAS bedung,”paparnya
Untuk mengatasi hal tersebut, Pemkot menyiapkan sejumlah langkah strategis, di antaranya pelebaran drainase dan pengerukan sedimen. Selain itu, pemerintah juga tengah menunggu proses lelang proyek dari Kementerian PUPR yang didukung pendanaan Bank Dunia.
“Salah satu rencana utama adalah pengembangan kolam retensi di kawasan Simpang Polda. Kantor DPM-PTSP direncanakan akan dipindahkan dan lahannya dialihfungsikan menjadi kolam retensi yang lebih besar dan dalam.”ungkapnya
Dengan optimalisasi kolam retensi dan sistem pompanisasi di Sekip Bendung, Wali Kota Ratu Dewa optimistis persoalan banjir di beberapa wilayah seperti Ilir Timur I, Ilir Timur III, dan Kemuning dapat segera teratasi.
“Kalau suplai air lancar dan sistemnya optimal, insyaallah genangan di wilayah DAS Bendung bisa kita selesaikan,” pungkasnya.
Informasi diatas ditulis oleh Mahasiswa Magang UIN Raden Fatah Palembang






