Berita Daerah

15.000 Masker Dibagikan, Pemkot Palembang Ingatkan Warga Waspadai Dampak Asap Karhutla 

×

15.000 Masker Dibagikan, Pemkot Palembang Ingatkan Warga Waspadai Dampak Asap Karhutla 

Sebarkan artikel ini
Sekda kota Palembang, Aprizal Hasyim, membagikan masker kepada pengguna jalan, Jum'at (16/10/2026).

Palembang,SuaraMetropolitan – Pemerintah Kota Palembang membagikan 15.000 masker gratis kepada masyarakat di sejumlah persimpangan jalan utama. Langkah ini dilakukan untuk membantu melindungi kesehatan warga saat beraktivitas di luar ruangan, sekaligus mengingatkan masyarakat agar mewaspadai dampak asap Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terhadap kesehatan.

Pembagian masker tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Wali Kota Palembang Ratu Dewa bersama Wakil Wali Kota Prima Salam, dengan melibatkan seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Palembang.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Aprizal Hasyim, mengatakan pembagian masker dilaksanakan secara serentak di sejumlah titik strategis, termasuk kawasan lampu merah Angkatan 66 dan Jalan Mayjen HM Ryacudu, Kecamatan Seberang Ulu I (SU I), Palembang.

Baca juga: “Dir Intel Copot, Asrul Tangkap!” Yel-yel Aktivis Menggema di Depan Polda Sumsel

“Kegiatan hari ini kita serentak, instruksi Pak Wali Kota dan Pak Wakil Wali Kota. Kita membagikan masker di setiap persimpangan yang ada di Kota Palembang,” ujar Aprizal Hasyim.

Sebanyak 15.000 masker dibagikan langsung kepada masyarakat yang beraktivitas di jalan raya. Penerimanya meliputi pengendara kendaraan bermotor, pejalan kaki, serta warga yang melintas di sejumlah lokasi pembagian.

Melalui kegiatan ini, Pemkot Palembang berharap masker yang diberikan dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai salah satu upaya menjaga kesehatan, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan.

Baca juga: Tiga Bulan Dikepung Asap, Karhutla Didesak Jadi Bencana Nasional

Aprizal juga mengimbau masyarakat untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatan dan membatasi aktivitas di luar rumah apabila tidak memiliki keperluan mendesak.

Menurutnya, menjaga kesehatan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menerapkan kebiasaan hidup yang lebih sehat.

Selain mengimbau warga untuk menjaga kesehatan, Aprizal mengingatkan agar masyarakat tidak membakar lahan maupun sampah secara sembarangan. Pembakaran tersebut berpotensi menimbulkan asap yang dapat mencemari udara dan mengganggu kesehatan.

“Kita juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membakar lahan maupun sampah secara sembarangan. Karena ini berpotensi menimbulkan asap, mencemari udara, serta mengganggu kesehatan,” pungkas Aprizal. (*)

Tinggalkan Balasan