Jakarta,SuaraMetropolitan – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) memperoleh bantuan sarana dan prasarana pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) senilai Rp1,5 miliar guna memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla tahun 2026.
Bantuan tersebut diserahkan oleh Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, dalam kegiatan penandatanganan berita acara serah terima yang digelar di Ruang Informasi Direktorat Pengendalian Kebakaran Lahan, Plaza Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (6/4/2026). Bantuan itu diterima langsung oleh Wakil Bupati OKI, Supriyanto.
Adapun total nilai bantuan mencapai Rp1.559.986.000, yang mencakup berbagai perlengkapan pendukung pemadaman kebakaran lahan, di antaranya 23 unit backpack pump, 18 unit floating fire pump, 24 unit nozzle kuningan, 18 unit Y connector, 90 unit selang pemadam, 124 unit flapper, serta 124 unit fire rake.
Dalam sambutannya, Hanif Faisol Nurofiq mengingatkan bahwa potensi kekeringan pada 2026 diprediksi akan terjadi lebih awal dan berlangsung lebih lama. Kondisi tersebut dinilai akan meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan, sehingga langkah kesiapsiagaan harus dilakukan sejak dini.
Baca juga: Diplomasi Lingkungan, Palembang dan Australia Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Sanitasi
“Pada tahun ini kita menghadapi potensi kekeringan yang lebih awal dan lebih panjang. Artinya, ancaman kebakaran hutan dan lahan akan jauh lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya dan ini harus kita antisipasi bersama,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa penanganan karhutla membutuhkan kerja sama lintas sektor, mulai dari upaya pencegahan hingga penanggulangan di lapangan.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi dengan pemerintah daerah, BMKG, BNPB, hingga partisipasi aktif masyarakat menjadi faktor penentu keberhasilan pengendalian karhutla,” katanya.
Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup, luas kebakaran hutan dan lahan pada periode Januari–Februari 2026 tercatat mencapai 32.637,43 hektare. Sementara pada Maret 2026, angka tersebut diperkirakan bertambah sekitar 10.175,48 hektare, dengan wilayah terdampak terbesar berada di Provinsi Riau dan Kalimantan Barat.
Baca juga: Kejati Sumsel Geledah Kasus Sungai Lalan, Uang Rp367 Juta hingga Harley Davidson Disita
Sementara itu, Supriyanto menyampaikan bahwa bantuan ini memiliki peran penting dalam memperkuat kesiapan daerah, terutama untuk mendukung respons cepat saat terjadi kebakaran di lapangan.
“Bantuan ini sangat penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan kami, terutama dalam mempercepat respons awal saat terjadi kebakaran lahan,” ujarnya.
Ia menambahkan, seluruh peralatan yang diterima akan segera disalurkan ke daerah-daerah rawan sebagai bagian dari upaya siaga dini karhutla di Kabupaten OKI.
“Kami akan memastikan sarana ini digunakan secara optimal oleh petugas di lapangan, sekaligus memperkuat upaya pencegahan agar kejadian karhutla dapat ditekan semaksimal mungkin,” kata Supriyanto. (*)






