Berita Daerah

Jembatan P6 Lalan Kembali Molor, Herman Deru: ‘Ayo Kita Pakai Hati’

×

Jembatan P6 Lalan Kembali Molor, Herman Deru: ‘Ayo Kita Pakai Hati’

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru. Ia meninjau progres pembangunan Jembatan P6 Lalan sekaligus berdiskusi dengan instansi terkait, Asosiasi P6 Lalan (Asosiasi Pengguna Jalur Sungai Lalan), kontraktor, dan masyarakat setempat, Minggu (6/9/2026). 

Muba,SuaraMetropolitan – Revitalisasi Jembatan P6 Lalan di Kecamatan Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), kembali mengalami keterlambatan. Jembatan yang menjadi urat nadi aktivitas masyarakat setempat itu hingga kini belum juga tersambung, meski sebelumnya ditargetkan selesai pada akhir 2025.

Kondisi tersebut mendapat perhatian langsung dari Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru. Ia meninjau progres pembangunan Jembatan P6 Lalan sekaligus berdiskusi dengan instansi terkait, Asosiasi P6 Lalan (Asosiasi Pengguna Jalur Sungai Lalan), kontraktor, dan masyarakat setempat, Minggu (6/9/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Herman Deru meminta seluruh pihak yang terlibat, khususnya Asosiasi P6 Lalan dan kontraktor pelaksana, untuk bertanggung jawab memenuhi komitmen pekerjaan yang telah disampaikan kepada pemerintah maupun masyarakat.

Herman Deru mengatakan, pemerintah sebelumnya telah memberikan ruang dan kepercayaan kepada Asosiasi P6 Lalan dan kontraktor untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai metode dan tahapan yang telah disepakati. Pemerintah daerah juga telah beberapa kali mengikuti keinginan pengguna jalur sungai maupun skema yang diajukan kontraktor.

Sebagai pimpinan daerah, Herman Deru mengungkapkan dirinya pernah memfasilitasi rapat di Kantor Gubernur Sumatera Selatan. Saat itu, disampaikan bahwa penyambungan kerangka jembatan akan dilakukan pada Agustus.

Namun, dalam pelaksanaannya muncul keluhan dari pengguna jalur sungai karena tongkang harus diperkecil. Pemerintah kemudian kembali berupaya mengakomodasi keinginan pengguna jalur sungai maupun kontraktor. Target penyelesaian selanjutnya ditetapkan pada Desember.

Namun, target tersebut kembali mengalami keterlambatan hingga lebih dari satu tahun. Sampai saat ini, Jembatan P6 Lalan belum juga tersambung.

Baca juga: Kasus Sungai Lalan, Lahirnya Perbup dan Perda Pengaturan Pelayaran Mulai Terungkap

“Saya minta Asosiasi P6 selaku pengguna dan kontraktor ini, ayo kita pakai hati untuk menyelesaikan ini. Kalau saya mau menggunakan kewenangan, sebenarnya saya lebih bisa. Tapi ayo selesaikan ini. Ada anak sekolah yang menunggu jembatan ini selesai, ada pedagang dan petani yang terganggu,” tegas Herman Deru.

Dalam pembahasan terbaru, Asosiasi P6 Lalan dan kontraktor kembali menyampaikan target penyelesaian revitalisasi Jembatan P6 Lalan.

Untuk menghindari risiko tabrakan dengan tongkang, kontraktor akan mengubah metode pemasangan rangka jembatan. Jika sebelumnya menggunakan steger, metode tersebut akan diganti dengan metode pilon dengan memanfaatkan tiang menara utama atau pilon untuk menahan bentang jembatan.

Perubahan metode ini dilakukan agar kebutuhan tiang perancah atau penyangga sementara yang menembus alur pelayaran sungai dapat diminimalkan. Dengan demikian, risiko benturan dengan kapal yang melintas juga dapat ditekan.

Berdasarkan metode baru tersebut, rangka Jembatan P6 Lalan ditargetkan tersambung paling lambat pada akhir Januari 2027.

Setelah rangka tersambung, pekerjaan akan dilanjutkan dengan pengecoran yang diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu hingga satu setengah bulan. Jembatan kemudian diperkirakan mulai dapat dilintasi kendaraan roda dua paling lambat pada akhir Februari atau awal Maret 2027.

Herman Deru menegaskan target baru tersebut harus benar-benar dipenuhi dan tidak kembali mengalami keterlambatan. Ia meminta pemerintah setempat, dalam hal ini camat, membuat dan memasang papan jadwal pekerjaan di dekat jembatan.

Baca juga: Pembatasan Lalu Lintas Sungai Lalan: Jangan Cuma Ukur Tongkang, Ukur Juga “Main Belakangnya”

“Saya minta paling lambat seminggu papan jadwal itu dipasang di dekat jembatan. Agar masyarakat tahu kapan rangka tersambung, kapan mulai dicor, dan kapan selesai sesuai yang dijanjikan hari ini di hadapan masyarakat,” tegasnya.

Menurut Herman Deru, papan jadwal tersebut diperlukan agar masyarakat dapat mengetahui secara terbuka perkembangan pekerjaan sekaligus melihat komitmen Asosiasi P6 Lalan dan kontraktor dalam memenuhi target yang telah dijanjikan.

“Dan tentu agar masyarakat tahu bahwa pemerintah sudah hadir dan berkomitmen mendorong penyelesaian revitalisasi ini,” tegasnya.

Ketua Asosiasi P6 Lalan, Humala, menjelaskan pihaknya menargetkan revitalisasi Jembatan P6 Lalan dapat tersambung paling lambat pada akhir Januari 2027.

“Setelah itu kita baru bisa cor. Ini memakan waktu sekitar satu sampai satu setengah bulan, jadi kemungkinan bisa dilintasi akhir Februari atau awal Maret 2027,” jelasnya.

Sementara itu, Perwakilan Kontraktor, Bagus, mengatakan perubahan metode pemasangan rangka dari steger menjadi metode pilon membuat pihaknya membutuhkan waktu kembali untuk melakukan persiapan.

Baca juga: Penerbangan Terdampak Erupsi Anak Krakatau, Begini Respons Pihak Bandara SMB II ke Penumpang

Namun, pihaknya menargetkan pada pertengahan Desember rangka jembatan sudah dapat mulai dikerjakan dengan metode pilon.

Wakil Bupati Muba, Abdur Rohman Husen, mengapresiasi langkah Herman Deru yang turun langsung melihat progres revitalisasi Jembatan P6 Lalan. Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut sangat dibutuhkan masyarakat Lalan untuk mendukung berbagai aktivitas, mulai dari akses sekolah, kebun, hingga perekonomian warga.

“Mudah-mudahan kedatangan Pak Gubernur dapat mempercepat progres revitalisasi pembangunan Jembatan Lalan. Ini bentuk kecintaan beliau kepada masyarakat Muba, khususnya Lalan,” jelasnya.

Perwakilan Karang Taruna Kecamatan Lalan, Farid, juga mengapresiasi perhatian Herman Deru terhadap persoalan Jembatan P6 Lalan.

Menurut Farid, Herman Deru telah menunjukkan kepedulian sejak kecelakaan tongkang terjadi dua tahun lalu. Meski saat itu tidak sedang menjabat sebagai gubernur, Herman Deru disebut menjadi salah satu tokoh pertama yang menyambangi korban dan keluarga korban kecelakaan tersebut.

Bahkan, agar aktivitas sekolah warga, terutama anak-anak sekolah, tetap tidak terganggu, Herman Deru secara pribadi menyediakan tongkang penyeberangan.

Tampak hadir mendampingi Gubernur Sumatera Selatan, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumsel Musni Wijaya, M.Si., Kepala Dinas PUBM Provinsi Sumsel Ir. Affandi, Wakil Bupati Muba Abdur Rohman Husen, serta sejumlah unsur Forkopimda Provinsi Sumsel dan Kabupaten Muba.

Tinggalkan Balasan

error: Maaf ya, kalau beritanya bagus di share saja.