Palembang,SuaraMetropolitan – Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober tidak semestinya berhenti pada upacara dan seremoni. Di tengah derasnya arus informasi, media sosial, serta mudahnya masyarakat terpapar berbagai narasi, nilai-nilai Pancasila justru dituntut hadir dalam kehidupan sehari-hari.
Anggota DPRD Kota Palembang dari fraksi Golkar, Zulfikar Muharrami, SE., MM., mengatakan Pancasila harus menjadi pedoman dalam menghadapi berbagai perubahan zaman. Menurutnya, jangan sampai Pancasila hanya ramai dibicarakan setiap momentum 1 Oktober, tetapi kehilangan makna dalam kehidupan masyarakat.
“Jangan sampai Pancasila hanya menjadi slogan yang kita ingat setiap 1 Oktober. Kesaktian Pancasila harus kita buktikan melalui sikap dan tindakan. Bagaimana kita menjaga persatuan, menghormati perbedaan dan tidak mudah terpecah hanya karena perbedaan pandangan,” kata Zulfikar saat dibincangi SuaraMetropolitan Kamis, (1/10/2026).
Menurutnya, perkembangan media sosial membawa tantangan tersendiri terhadap semangat persatuan. Informasi dapat menyebar dalam hitungan detik, sementara tidak semua informasi yang beredar dapat dipastikan kebenarannya.
Baca juga: Aprizal Hasyim Pulih dari Operasi, Tugas Sekda Palembang Kembali ke Tangan Definitif
Karena itu, masyarakat diminta tidak mudah terpancing oleh informasi yang berpotensi menimbulkan perpecahan. Sikap kritis dan bijak dalam menggunakan media sosial dinilai menjadi bagian dari pengamalan nilai Pancasila di era digital.
“Sekarang orang bisa menerima informasi hanya dari satu unggahan, lalu langsung percaya dan ikut menyebarkannya. Ini yang harus kita hindari. Perbedaan pendapat itu biasa, tetapi jangan sampai perbedaan tersebut membuat kita saling membenci dan kehilangan rasa persatuan,” ujarnya.
Zulfikar menegaskan, pengamalan Pancasila tidak selalu harus diwujudkan melalui hal-hal besar. Menurutnya, tindakan sederhana seperti menghargai perbedaan, membantu sesama, menjaga kerukunan dan mengedepankan kepentingan bersama merupakan bentuk nyata dari nilai Pancasila.
Baca juga: RBI Bukan Sekadar Seremoni, Ratu Dewa Minta 8 Kelurahan Buktikan Manfaatnya
“Pancasila bukan sekadar lima sila yang kita hafalkan. Pancasila harus terlihat dalam perilaku. Ketika kita mau menghargai orang lain, membantu sesama, bergotong royong dan tidak memaksakan kehendak, sebenarnya kita sedang menjalankan nilai Pancasila,” katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya peran generasi muda. Di tengah perubahan teknologi yang begitu cepat, generasi muda dinilai perlu memiliki pemahaman yang kuat terhadap nilai kebangsaan agar tidak mudah terseret arus informasi maupun perbedaan yang berpotensi memecah persatuan.
“Generasi muda jangan hanya diajarkan untuk hafal Pancasila, tetapi harus memahami mengapa nilai itu penting. Zaman boleh berubah, teknologi boleh berkembang, tetapi persatuan, toleransi dan gotong royong jangan sampai ikut hilang,” tutur Zulfikar.
Menurutnya, momentum Hari Kesaktian Pancasila seharusnya menjadi ruang untuk melakukan refleksi bersama. Bukan hanya mengenang sejarah, tetapi juga melihat sejauh mana nilai Pancasila benar-benar diterapkan dalam kehidupan masyarakat saat ini.







