Palembang,SuaraMetropolitan – Setelah menjalani cuti untuk pemulihan pascaoperasi dan masa perawatan, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang Aprizal Hasyim kembali melaksanakan tugas kedinasannya, Kamis (1/10/2026).
Kembalinya Aprizal Hasyim bertugas merujuk pada Surat Gubernur Sumatera Selatan Nomor 800.1.3/9034/BKD.II/2026 perihal Jawaban atas Konsultasi Penugasan/Pengaktifan Kembali Sekretaris Daerah Kota Palembang yang ditujukan kepada Wali Kota Palembang pada 29 September 2026.
Sebelumnya, selama Aprizal menjalani cuti, Wali Kota Palembang Ratu Dewa menunjuk Asisten I Sulaiman Amin sebagai Penjabat (Pj) Sekda Palembang sejak 2 September 2026 untuk mengisi kekosongan jabatan tersebut.
Baca juga: RBI Bukan Sekadar Seremoni, Ratu Dewa Minta 8 Kelurahan Buktikan Manfaatnya
Pada hari pertama kembali bekerja, Aprizal Hasyim langsung hadir dalam Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang dipimpin Wali Kota Palembang Ratu Dewa di halaman Sekretariat Daerah (Setda) Kota Palembang.
Kehadiran Aprizal menandai kembali aktifnya pejabat definitif Sekda Palembang setelah menjalani masa pemulihan akibat operasi dan perawatan. Dengan kondisi kesehatan yang telah pulih, Aprizal kembali menjalankan tugas-tugas kedinasannya seperti biasa.
Sementara itu, Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tetap berlangsung khidmat meski kondisi Kota Palembang diselimuti kabut asap.
Baca juga: Bukan Cuma Sidak, Nyali Ombudsman Diminta Sampai ke Daerah
Dalam momentum tersebut, Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengingatkan agar Hari Kesaktian Pancasila tidak dimaknai sebatas kegiatan seremonial. Menurutnya, nilai-nilai Pancasila perlu dijadikan pandangan dan pedoman dalam kehidupan masyarakat.
Ratu Dewa juga menekankan pentingnya pemahaman Pancasila bagi generasi muda, baik pelajar maupun generasi milenial. Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup, kata dia, harus dipahami sekaligus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Termasuk juga Pancasila dengan segala butir-butir yang ada, agar dapat diisi dan diimplementasikan dalam setiap gerak pembangunan juga masalah kemasyarakatan,” kata Ratu Dewa.








