Palembang,SuaraMetropolitan – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Qomar Palembang tidak sekadar menjadi agenda keagamaan. Kehadiran para Pengasuh Ponpes Al-Amien Prenduan dalam kegiatan tersebut turut membawa pesan tentang pentingnya pendidikan, keteladanan Rasulullah SAW, serta upaya mencetak generasi santri yang hebat.
Kegiatan yang digelar di pelataran Masjid Jami’ Nurul Qomar, Kamis (20/8/2026), menjadi momentum mempererat silaturahmi dan ukhuwah islamiyah antara keluarga besar Ponpes Nurul Qomar Palembang dengan para Pengasuh Ponpes Al-Amien Prenduan.
Selain diisi tausiyah dan nasihat keagamaan, peringatan Maulid Nabi tersebut juga mengajak para santri, asatidz, dan jamaah untuk meneladani akhlak, perjuangan, serta sunnah Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga 09.30 WIB dengan suasana khidmat, penuh semangat dan kebersamaan. Seluruh keluarga besar Ponpes Nurul Qomar Palembang serta para tamu undangan turut mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.
Turut hadir civitas dan kepengurusan Yayasan Ponpes Nurul Qomar, yakni Prof. Dr. H. Raden Wijaya, M.Si. selaku pembina, H. M. Aburrahman selaku pengawas yayasan, KH. M. Afrizal Rivai, S.H selaku ketua yayasan, serta KH. Orbit Rupawan, S.Th.I selaku mudir dan pengasuh.

Hadir pula para kepala sekolah dari jenjang RA, MI, SMP, SMA dan diniyah yang didampingi para guru dan staf pengajar Ponpes Nurul Qomar. Para orang tua santri serta tamu undangan juga turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Dalam tausiyahnya, Dr. KH. Ghozi Mubarok Idris, MA menekankan bahwa Rasulullah SAW merupakan sosok guru sekaligus pemimpin terbaik sepanjang sejarah.
Menurutnya, banyak orang memiliki kepandaian, namun tidak semuanya mampu melahirkan generasi yang hebat. Hal tersebut menjadi salah satu keistimewaan Rasulullah SAW dalam membentuk generasi setelahnya.
“Ada banyak orang pintar tetapi tidak banyak yang bisa melahirkan orang hebat, tetapi Rasullullah dapat mampu mencetak dan melahirkan para generasi orang-orang hebat setelahnya. Maka, generasi paling hebat itu sebenarnya adalah kita sebagai santri-santrinya Rasullullah,” ucap tegas beliau.
Dalam kesempatan lainnya, Dr. KH. Ghozi Mubarok Idris, MA turut menyampaikan kesan dan pesannya setelah bertemu dengan keluarga besar Ponpes Nurul Qomar Palembang. Ia mengaku bahagia dapat bertemu dengan para pimpinan dan tenaga pendidik yang dinilainya hebat.

“Saya merasa bahagia sekali bisa bertemu dengan para pimpinan-pimpinan yang hebat, ustadznya, dan insyaallah santrinya juga hebat. Mudah-mudahan pimpinan, pengasuh, para ustdz dapat mengemban amanat pendidikan ini, semoga bisa berkembang dan berproses menjadi pesantren yang hebat, di ridhoi oleh Allah dan pesantren yang terus menjaga misi dakwah perjuangan pendidikan Rasullullah SAW,” ucap beliau ketika wawancara.
Sementara itu, Mudir Ponpes Nurul Qomar Palembang KH. Orbit Rupawan, S.Th.I menyampaikan harapannya atas kehadiran para pengasuh Ponpes Al-Amien Prenduan. Menurutnya, kehadiran para kyai dan nyai diharapkan dapat memberikan manfaat bagi perkembangan Ponpes Nurul Qomar, terutama bagi para santri dan santriwati.
“Semoga dengan kehadiran para kyai dan nyai dapat membawa kebermanfaatan untuk Ponpes Nurul Qomar khususnya untuk para santri dan santriwati disini,” ungkapnya.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan langsung oleh KH. Bagus Amirullah, M.SY. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sesi foto bersama antara civitas Yayasan Ponpes Nurul Qomar Palembang dan para Pengasuh Ponpes Al-Amien Prenduan.
Kebersamaan juga dilanjutkan melalui makan bersama yang menjadi simbol keberkahan dan kebersamaan dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H.
Melalui peringatan tersebut, diharapkan para santri tidak hanya mengenal sejarah kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga mampu mengimplementasikan keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi bekal bagi para santri dalam menjalani pendidikan sekaligus mempersiapkan diri menjadi generasi yang mampu meneruskan perjuangan dakwah dan pendidikan Rasulullah SAW. (*)






