Sekayu,SuaraMetropolitan – Bupati Musi Banyuasin (Muba) H M Toha Tohet turun langsung memantau dampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sekayu, Kamis (8/10/2026). Peninjauan dilakukan di SDN 11 Sekayu dan RSUD Sekayu untuk memastikan kondisi masyarakat serta kesiapan pelayanan kesehatan di tengah paparan asap.
Di SDN 11 Sekayu, Toha melihat langsung kondisi sekolah dan aktivitas belajar mengajar yang berlangsung saat asap karhutla masih menyelimuti wilayah Sekayu.
Toha mengatakan, kesehatan dan keselamatan siswa menjadi perhatian utama. Karena itu, OPD terkait diminta terus memantau perkembangan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di seluruh Kabupaten Muba.
“Kalau ISPU sudah dikategorikan tidak sehat/sangat tidak sehat kita lakukan pembelajaran jarak jauh (PPJ) Kesehatan dan keselamatan anak-anak menjadi prioritas,” ujar Toha.
Baca juga: Rp405 Juta Honor Staf Khusus Bupati Muba, Tanpa Seleksi, Tak Ada Laporan Kerja, Tiga Rangkap Jabatan
Setelah meninjau sekolah, Toha melanjutkan kunjungannya ke RSUD Sekayu. Di rumah sakit tersebut, ia melihat kondisi pasien yang terdampak asap karhutla, termasuk pasien anak yang mengalami gangguan kesehatan.
Toha juga mengecek kesiapan pelayanan RSUD Sekayu serta memastikan peralatan kesehatan berjalan dengan baik. Ia meminta rumah sakit terus meningkatkan kualitas pelayanan dan memperkuat ketersediaan peralatan kesehatan agar kebutuhan masyarakat dapat dilayani secara maksimal.
Dalam kunjungan tersebut, Toha menginstruksikan Dinas Kesehatan, seluruh rumah sakit dan puskesmas di Kabupaten Muba untuk siaga selama 24 jam selama kondisi asap karhutla berlangsung.
“Saya instruksikan Dinas Kesehatan, seluruh rumah sakit dan puskesmas untuk siaga 24 jam. Kita harus siap melayani masyarakat, terutama jika terjadi peningkatan gangguan kesehatan akibat asap karhutla,” tegas Toha.
Baca juga: Dampak Asap Karhutla, Layanan Kesehatan Siaga di Dermaga 7 Ulu
Kepala Dinas Kesehatan Muba Ardiansyah mengatakan, pihaknya telah menyiapkan tenaga kesehatan untuk mengantisipasi dampak asap karhutla. Selain itu, Dinkes juga membuka layanan kesehatan gratis bagi masyarakat yang terdampak.
“Tenaga kesehatan kita siapkan untuk mengantisipasi dampak asap karhutla. Masyarakat yang terdampak juga dapat memanfaatkan layanan kesehatan gratis dan masker,” kata Ardiansyah.
Pemkab Muba mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah ketika kualitas udara memburuk, terutama anak-anak, lansia, ibu hamil, serta warga yang memiliki gangguan pernapasan.
Masyarakat juga diminta menggunakan masker saat berada di luar ruangan, memperbanyak minum air putih, menjaga pola hidup bersih dan sehat, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami batuk, sesak napas, demam, atau keluhan kesehatan lainnya.
Selain itu, masyarakat diminta memantau perkembangan kualitas udara dan mengikuti arahan pemerintah serta petugas kesehatan selama kondisi asap karhutla berlangsung. (*)







