Berita Daerah

Wamen LH, Herman Deru, dan Ratu Dewa Pantau Karhutla Talang Jambe

×

Wamen LH, Herman Deru, dan Ratu Dewa Pantau Karhutla Talang Jambe

Sebarkan artikel ini
Wamen LH, Herman Deru, dan Ratu Dewa Pantau Karhutla Talang Jambe.

Palembang,SuaraMetropolitan – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru bersama Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH) RI Diaz Faisal Malik Hendropriyono dan Wali Kota Palembang Ratu Dewa memantau langsung penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di kawasan Talang Jambe, Palembang, Rabu (7/10/2026).

Pemantauan dilakukan untuk melihat kondisi lahan yang terdampak Karhutla sekaligus memastikan proses penanganan dan pemadaman terus dilakukan, terutama pada wilayah yang memiliki potensi risiko terhadap masyarakat.

Dalam pemantauan tersebut, terdapat dua lokasi yang menjadi perhatian. Lokasi pertama merupakan lahan gambut yang berada berdekatan dengan kawasan perumahan padat penduduk. Sedangkan lokasi kedua berada di sekitar kawasan perkebunan sawit.

Wamen LH RI Diaz Faisal Malik Hendropriyono mengatakan, kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi Karhutla sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam penanggulangan Karhutla.

“Kami melihat dua lokasi Karhutla. Intinya kami ingin mempererat kolaborasi dengan daerah, bagaimana kita bisa bersama-sama menanggulangi Karhutla ini,” ujar Diaz.

Diaz menyebutkan, penanganan Karhutla di Sumsel telah dilakukan melalui sejumlah metode, termasuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dan water bombing. Namun, pelaksanaan water bombing saat pemantauan terkendala kondisi jarak pandang yang belum memungkinkan.

Baca juga: Rp405 Juta Honor Staf Khusus Bupati Muba, Tanpa Seleksi, Tak Ada Laporan Kerja, Tiga Rangkap Jabatan

“Pak Gubernur juga sudah bergerak dan melakukan dengan baik melalui OMC dan water bombing. Namun, water bombing terhalang aturan jarak pandang yang tidak terlalu baik sehingga belum bisa dilaksanakan,” jelasnya.

Sementara itu, pelaksanaan OMC masih menunggu informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Diaz mengatakan, penanganan Karhutla perlu dilakukan secara terpadu dengan mengombinasikan berbagai metode sesuai kondisi di lapangan.

“Kita lihat bagaimana komplemen dari water bombing dan OMC. Di OKI banyak sekali lahan gambut, artinya jika tidak ada air, kebakarannya semakin jadi. Karena itu, kita juga perlu mencari sumber air terdekat,” katanya.

Selain dukungan melalui udara, penanganan Karhutla juga dilakukan melalui pengerahan pasukan darat yang melibatkan unsur TNI, Polri, Manggala Agni serta unsur terkait lainnya.

Gubernur Sumsel H. Herman Deru menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Wamen LH yang telah datang langsung melihat kondisi Karhutla di Sumsel. Menurutnya, pemantauan bersama tersebut menunjukkan pentingnya sinergi dalam menangani Karhutla.

Baca juga: 169 Kali Donor Darah, Empat Warga Palembang Dihadiahi Umrah Gratis

“Terima kasih kepada Pak Wamen yang telah melihat langsung dan mengunjungi kami. Kami mengajak melihat dua spot, yaitu di kawasan perumahan dan di perkebunan, agar masyarakat mengetahui bahwa pekerjaan ini terus kita lakukan,” ujar Herman Deru.

Herman Deru menegaskan, penanganan Karhutla di Sumsel terus dilakukan tanpa mengenal waktu. Meski tidak seluruh proses penanganan dapat terlihat maupun diberitakan, pemerintah bersama seluruh unsur terkait tetap bekerja di lapangan.

“Percayalah, upaya terus kita lakukan siang dan malam. OMC juga terus dilakukan, bahkan tengah malam, tergantung informasi dari BMKG,” tegasnya.

Herman Deru juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Palembang yang terus melakukan upaya penanganan Karhutla di wilayahnya. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, serta seluruh unsur terkait sangat diperlukan untuk menghadapi ancaman Karhutla.

Dalam kesempatan tersebut, Wamen LH RI turut menyerahkan bantuan untuk mendukung penanganan dan pemadaman Karhutla. Bantuan tersebut diserahkan kepada Masyarakat Peduli Api (MPA) Pulau Muning serta Pemerintah Kota Palembang yang diterima langsung oleh Wali Kota Palembang Ratu Dewa.

Pemantauan Karhutla di Talang Jambe tersebut menjadi bagian dari penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menghadapi Karhutla, terutama di wilayah yang memiliki karakteristik lahan gambut dan berdekatan dengan permukiman masyarakat.

Tinggalkan Balasan