Berita

Munas Kotaterapi 2026: Prof Wijaya Tekankan Penguatan Kurikulum dan Sinergi Dunia Usaha dan Industri

×

Munas Kotaterapi 2026: Prof Wijaya Tekankan Penguatan Kurikulum dan Sinergi Dunia Usaha dan Industri

Sebarkan artikel ini
Prof. Wijaya bersama dengan Dr. Zain (kiri) dan Dr. Hasol (kanan)

Pekalongan,SuaraMetropolitan – Ketua Umum Konsorsium Tasawuf dan Psikoterapi Indonesia (KOTATERAPI), Prof. Wijaya, menegaskan pentingnya penguatan elemen akademik dan jaringan industri dalam Musyawarah Nasional (Munas) KOTATERAPI yang diselenggarakan di Pekalongan, 22-24 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi pengembangan disiplin ilmu tasawuf dan psikoterapi di Indonesia.

Munas tersebut merupakan bagian dari upaya konsorsium untuk memperkuat landasan kurikulum keilmuan tasawuf Psikoterapi.

Dalam keterangannya usai pembukaan acara, Prof. Wijaya menjelaskan bahwa pengembangan program ini menuntut pembaruan kurikulum dan sinergi yang lebih luas demi kemajuan bersama.

“Untuk pengembangan lebih jauh mengenai program psikoterapi ini, kita perlu membangun kepercayaan diri dari elemen-elemen yang ada, baik itu dosen maupun mahasiswa. Oleh karena itu, kita perlu memperkuat lagi kurikulum dan jaringan dengan dunia industri dan dunia usaha. Nah, ini yang sudah kita lakukan,” ujar Prof. Wijaya.

Sebagai bukti nyata dari upaya tersebut, ia mencontohkan ketertarikan sektor industri, seperti PT PLN Nusantara Power, yang berkeinginan kuat untuk turut serta membangun peradaban baru terkait psikoterapi agar dapat menjadi satu akar keilmuan terapan.

Antusiasme terhadap pengembangan keilmuan ini juga disuarakan oleh Kaprodi Magister Tasawuf dan Psikoterapi Universitas PTIQ Jakarta, Dr. Ahmad Zain. Sebagai perwakilan program studi S2 yang baru saja bergabung dengan Kotaterapi, ia berharap konsorsium ini mampu menjadi pilar penguat bagi kualitas dan kompetensi para lulusan.

Menurut Dr. Ahmad Zain, keilmuan tasawuf dan psikoterapi memiliki daya tarik tersendiri karena sangat aplikatif dalam menjawab persoalan di masyarakat.

“Saya yakin prodi ini akan menjadi role model yang baik. Bayangkan, baru buka satu bulan, sudah ada beberapa tokoh nasional yang bergabung bersama kami. Harapannya, konsorsium ini ke depan bisa semakin kuat dan mendorong lahirnya profesi-profesi baru yang memiliki keunggulan,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

error: Maaf ya, kalau beritanya bagus di share saja.