Palembang,SuaraMetropolitan – Pemerintah Kota Palembang mulai mempersiapkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1343 yang jatuh pada 17 Juni 2026 dengan konsep yang lebih sederhana, namun tetap mengedepankan nilai spiritual, kebersamaan, dan manfaat langsung bagi masyarakat.
Konsep ini menjadi pembeda dari perayaan sebelumnya yang identik dengan kemeriahan. Tahun ini, Pemkot Palembang mengarahkan rangkaian kegiatan agar lebih menyentuh kehidupan warga dan memiliki dampak nyata.
Sekretaris Daerah Kota Palembang, Aprizal Hasyim, menegaskan bahwa esensi peringatan HUT kali ini bukan pada seremoni semata, melainkan pada nilai yang dirasakan masyarakat.
“Peringatan HUT kali ini kita desain sederhana, tetapi harus benar-benar dirasakan masyarakat. Nilainya ada pada kebersamaan, religiusitas, dan dampak langsungnya,” ujar Aprizal usai memimpin rapat persiapan HUT, Rabu (29/4/2026).
Baca juga: DPRD Muba Soroti Realisasi APBD, Dorong Perbaikan Kinerja Pemerintah
Ia menyebutkan, waktu persiapan yang tersisa sekitar dua bulan harus dimaksimalkan dengan baik. Seluruh camat diminta segera memperkuat koordinasi lintas sektor agar seluruh agenda dapat berjalan efektif dan terarah.
Salah satu kegiatan utama yang akan menjadi ikon peringatan tahun ini adalah khataman Al-Qur’an massal dengan melibatkan 1.343 peserta, menyesuaikan dengan usia Kota Palembang. Kegiatan ini akan dikoordinasikan oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) dengan melibatkan santri dari berbagai pondok pesantren.
Aprizal juga menekankan pentingnya kesiapan teknis sejak dini, mulai dari pendataan peserta, penentuan lokasi, hingga mekanisme pelaksanaan kegiatan.
“Minggu depan seluruh konsep sudah harus jelas, baik jumlah peserta, lokasi, maupun teknis pelaksanaan. Ini kegiatan utama yang menjadi simbol peringatan,” tegasnya.
Baca juga: Perpusnas Apresiasi Sumsel, Herman Deru Fokus Dongkrak Minat Baca
Selain kegiatan bernuansa spiritual, Pemkot Palembang juga menyiapkan agenda yang berdampak pada penataan kota. Salah satunya melalui gerakan pengecatan massal di sejumlah jalan protokol, termasuk trotoar dan ruko di kawasan Jalan Sudirman.
Langkah ini tidak hanya bertujuan memperindah wajah kota, tetapi juga mendorong kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga kebersihan serta estetika lingkungan perkotaan.
Di sektor pariwisata dan budaya, partisipasi masyarakat turut diperkuat melalui sayembara desain logo resmi HUT ke-1343. Kegiatan ini diharapkan mampu menggali kreativitas publik sekaligus menghadirkan identitas visual yang mencerminkan semangat Palembang masa kini.
Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga diminta berperan aktif sesuai tugas dan fungsi masing-masing, termasuk memastikan kebersihan, ketertiban, dan kenyamanan kota tetap terjaga selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Dengan konsep yang lebih membumi, peringatan HUT ke-1343 ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat karakter religius, mempererat kebersamaan, serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap Kota Palembang sebagai Bumi Sriwijaya. (*)







